kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 -1,49%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Lelang Jalan Tol Kembali Dibuka Tahun 2024, META dan Astra Infra Bilang Begini


Minggu, 28 Januari 2024 / 13:28 WIB
Lelang Jalan Tol Kembali Dibuka Tahun 2024, META dan Astra Infra Bilang Begini
ILUSTRASI. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) kembali akan melalukan lelang/tender tiga ruas jalan tol dengan perkiraan biaya investasi sebesar Rp 71,77 Triliun.


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahun 2024, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) kembali akan melalukan lelang/tender tiga ruas jalan tol dengan perkiraan biaya investasi sebesar Rp 71,77 Triliun.

Antara lain, Bogor-Serpong (via Parung) dengan perkiraan biaya investasi Rp 11,79 triliun, Gedebage - Tasikmalaya - Ciamis (Getaci) dengan perkiraan biaya investasi Rp 37,14 triliun dan Gilimanuk - Mengwi dengan perkiraan biaya investasi Rp 22,84 triliun.

Terkait lelang tersebut, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) dan ASTRA Infra sebagai perusahaan yang bergerak di infrastruktur dan pengelolaan jalan tol mengemukakan langkah mereka di tahun ini. 

Baca Juga: Kementerian PUPR Targetkan Jalan Tol Padang-Sicincin Rampung pada Juli 2024

Head of Corporate Communication & CSR Nusantara Infrastructure Indah D.P. Pertiwi mengatakan pihaknya masih belum mempunyai rencana untuk berpartisipasi dalam lelang tol tersebut. 

“Untuk saat ini, META belum mempunyai rencana untuk berpartisipasi dalam lelang tol baru. Target tahun ini , META akan fokus melanjutkan Project JORR Elevated dengan nilai investasi sebesar Rp 21,3 Triliun,” ungkapnya kepada Kontan beberapa waktu lalu. 

Keseriusan ini terlihat dari anggaran belanja modal atau capex META  tahun ini rencananya akan difokuskan untuk maintenance asset, yang tak lain adalah pembiayaan Project JORR Elevated yang masih dalam tahap finalisasi.

“Target tahun ini, META masih akan fokus melanjutkan Project JORR Elevated dengan nilai investasi sebesar Rp 21,3 Triliun tersebut,” tegasnya. 

Baca Juga: Tahun 2024, Kementerian PUPR Targetkan Pembangunan Jalan Tol Sepanjang 356,41 Km

Disisi lain, Group COO ASTRA Infra Billy Perkasa Kadar mengatakan terkait lelang 3 ruas jalan tol tersebut atau peluang lelang jalan tol lainnya, saat ini ASTRA Infra secara aktif masih menganalisis berbagai peluang.

“Ini yang disesuaikan dengan strategi bisnis internal baik itu pengembangan aset, pengoperasian dan pemeliharaan jalan tol melalui Astra Infra Solutions maupun pengembangan pengelolaan tempat istirahat di jalan tol yang dilakukan oleh Resta,” ungkapnya. 

“Dan kami terus mempelajari seluruh potensi bisnis yang ada. Tentunya dengan analisa dari berbagai perspektif yang disesuaikan dengan strategi bisnis internal ASTRA Infra,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×