kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

LG keluarkan AC pembunuh nyamuk terbaru


Selasa, 09 Agustus 2011 / 15:52 WIB
LG keluarkan AC pembunuh nyamuk terbaru
ILUSTRASI. Siap diajak ngebut, harga sepeda balap Vitessa 2.0 (2020) cukup menguras kantong


Reporter: Dani Prasetya | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Untuk meningkatkan pangsa pasar AC (penyejuk ruangan) tahun ini, LG Electronics Indonesia (LGEI) meluncurkan produk baru yang diberi nama Terminator Inverter. Produk ini diklaim mampu membunuh nyamuk Aedes Aegypti (demam berdarah) yang membawa virus Dengue, yang berbahaya bagi manusia.

Tak hanya itu, AC Terminator Inverter tersebut juga memiliki teknologi pemangkas daya listrik menjadi lebih hemat. "Produk kami sekarang ini mengikuti tren," ungkap Head of Residential AC LGEI Andry Siswandi, Selasa (9/8).

Sebelumnya, LG sudah memiliki produk AC yang bisa membunuh nyamuk, tetapi belum dilengkapi dengan teknologi pemangkas daya listrik. "Produk ini menjadi satu-satunya yang bisa membunuh nyamuk sekaligus bisa memangkas daya listrik," terang Andry.

Dia menjelaskan, AC ini memiliki teknologi yang memungkinkan sistem penggunaan daya listrik yang rendah. Saat teknologi inverter aktif, maka penyejuk ruangan akan bereaksi dengan daya listrik maksimum. Setelah suhu tercapai maka AC beroperasi menggunakan daya listrik minimum. "Teknologi ini memungkinkan hemat listrik hingga 60% dari AC biasa," katanya.

Sedangkan teknologi yang bisa membunuh nyamuk Aedes Aegpyti itu dengan menggunakan gelombang ultrasonik 30 kHz-100 KHz yang mengganggu fungsi antena nyamuk sebagai indera penerima rangsang. Nyamuk yang berada di dalam ruangan itu akan tidak nyaman lantaran terganggunya keseimbangan. "Dalam enam hingga tujuh jam nyamuk itu akan mati," ujar Andry.

Menurut Andry, penggunaan teknologi yang ada pada Terminator Inverter itu tidak berbahaya bagi manusia. Penggabungan teknologi AC itu diyakini akan mendongkrak penjualan AC LG di semester II. Selain itu, kehadiran AC ini diharapkan bisa mengurangi populasi nyamuk. Produk ini dibanderol harga Rp 3,7 juta per unit (1 PK) dan Rp 4,6 juta (1,5 PK). Pada Semester kedua ini, Andry berharap bisa menjual 20.000 unit dengan segmen kalangan menengah atas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×