kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Lima perusahaan alas kaki siap ekspansi


Senin, 05 Juni 2017 / 08:45 WIB


Reporter: Eldo Christoffel Rafael | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Potensi investasi di industri alas kaki terbukti masih ada. Terbaru, Kementerian Perindustrian mencatat ada lima perusahaan yang sedang membangun basis produksi

Dirjen Industri kimia, tekstil, dan aneka (IKTA) Kementerian Perindustrian, Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan kelima perusahaan tersebut menginvestasikan sebanyak US$ 600 juta dengan kapasitas produksi 30 juta pasang sepatu olahraga dan kulit.

Sayangnya, informasi perusahaan masih belum dapat dibeberkan. Hanya saja lokasi pabrik semua berada di daerah Jawa Tengah.

"CEO produk dari Amerika kemarin sudah menghadap Pak Menteri dan menyatakan akan menggeser sebagian besar ordernya ke Indonesia.Sehingga khusus untuk sepatu olahraga Indonesia menjadi basis porduksi paling besar seperti Nike, Adidas, New Balance dan sebagainya," kata Sigit saat dihubungi KONTAN, Jumat (2/6).

Dari data Kemenperin, jumlah perusahaan di sektor alas kaki di Indonesia berjumlah 396. Dengan total kapasitas terpasang sebanyak 560 juta pasang sepatu dengan utilisasi 80%.

Sigit mengakui permasalahannya saat ini sebagian besar bahan baku, bahan penolong dan aksesoris masih impor. "Bahan baku karet untuk sol dan bahan baku non wovennya yang banyak impor," kata Sigit.

Tapi sebenarnya Kemenperin punya rencana aksi untuk memfasilitasi pendirian Raw Material Center bahan baku, penolong dan aksesoris untuk industri alas kaki dan barang jadi kulit

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×