kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Malindo Feedmill (MAIN) menyiapkan capex US$ 15 juta tahun ini


Minggu, 31 Januari 2021 / 14:34 WIB
ILUSTRASI. Malindo Feedmill (MAIN) akan menggunakan belanja modal untuk ekspansi pabrik dan penambahan kandang.


Penulis: Venny Suryanto | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) menyiapkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$ 15 juta. Malindo Feedmill terutama akan menggunakan belanja modal untuk ekspansi pabrik yang tertunda dan penambahan kandang.

MAIN akan melanjutkan pembangunan pabrik pakan di Lampung yang sempat tertunda. Persoalan lahan untuk pembangunan pabrik MAIN dengan nilai investasi Rp 1,1 triliun di Lampung mangkrak sejak 2014. Manajemen MAIN memastikan proses pembangunan telah berjalan. 

Andrea Andreas Hendjan, Sekretaris Perusahaan MAIN mengatakan perusahaan memastikan pabrik tersebut akan segera beroperasi pada akhir tahun ini. “Rencana kami di tahun ini masih meneruskan pembangunan project pabrik Lampung,” kata Andreas kepada Kontan.co.id, Minggu (31/1). 

Tahun ini MAIN juga berencana membangun rumah potong ayam (RPA) serta membangun kandang-kandang. Tapi, Andreas tak menyebutkan berapa target pembangunan di tahun ini. 

Baca Juga: Kinerja Tahun Ini Diprediksi Membaik, Simak Prospek dan Rekomendasi Saham MAIN

Dalam catatan Kontan.co.id, dengan adanya kehadiran pabrik baru, MAIN membidik kenaikan kapasitas produksi pakan ternak menjadi sebesar 1,8 juta ton per tahunnya. Saat ini, MAIN memiliki beberapa pabrik pakan di Cakung, Cikande, Gresik, Semarang, dan Makassar. 

Andre mengatakan, meski kondisi pasar pakan ternak dan ayam potong sempat turun karena pelemahan daya beli akibat dampak pandemi Covid-19, MAIN optimistis pakan ternak akan berkontribusi 70% terhadap penjualan di tahun ini. “Tahun ini kami tetap memproyeksikan pertumbuhan double digit,” imbuh dia.

Pada sembilan bulan pertama tahun 2020, Malindo Feedmill mengantongi penjualan bersih Rp 5,01 triliun, turun 11,64% secara tahunan. Pada periode tersebut, MAIN harus mencatat rugi bersih Rp 72,51 miliar dari tahun lalu yang masih laba Rp 195,40 miliar.

Penjualan pakan mengontribusi Rp 3,27 triliun atau 65% dari total penjualan. Sisanya merupakan penjualan anak ayam/itik usia sehari sebesar 16,23%, ayam pedaging 12,74%, makanan olahan 2,80%, dan sisanya pendapatan lain-lain.

Baca Juga: Tersulut sentimen positif bagaimana prospek saham JPFA, CPIN dan MAIN?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×