kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Manufaktur Bisa Tumbuh 6%


Kamis, 28 November 2013 / 07:10 WIB
Manufaktur Bisa Tumbuh 6%
ILUSTRASI. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memberi peringatan: gelombang baru kasus Covid-19 menunjukkan pandemi belum berakhir. Fabrice Coffrini/Pool via REUTERS.


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Herlina Kartika Dewi

JAKARTA. Meski kondisi ekonomi domestik melambat menjelang akhir tahun, namun industri manufaktur diperkirakan masih akan mencapai target pertumbuhan yang dipatok tahun ini.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, industri manufaktur tahun ini masih mampu tumbuh sesuai target yang dipatok, yakni sekitar 6% - 6,5%. Syaratnya, "Pertumbuhan ekonomi jangan turun di bawah 5,6%," jelasnya kemarin.

Pasalnya, kata Hidayat, jika ekonomi tumbuh di bawah 5,6%, akan ada efek domino terhadap industri manufaktur, seperti penurunan produktivitas, penurunan investasi, hingga daya serap tenaga kerja yang merosot.

Hidayat berharap, kebijakan pengetatan likuiditas oleh Bank Indonesia juga tidak diterapkan secara berlebihan sehingga pelaku industri masih bisa menjalankan bisnisnya. Sebab, "Pendorong ekonomi adalah sektor riil," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×