kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.529   -1,00   -0,01%
  • IDX 6.746   -112,85   -1,65%
  • KOMPAS100 898   -17,79   -1,94%
  • LQ45 660   -10,03   -1,50%
  • ISSI 244   -3,86   -1,56%
  • IDX30 373   -4,34   -1,15%
  • IDXHIDIV20 456   -5,28   -1,14%
  • IDX80 102   -1,69   -1,63%
  • IDXV30 130   -1,74   -1,32%
  • IDXQ30 119   -1,08   -0,90%

Menteri ESDM Minta Timah (TINS) Tingkatkan Produksi Proyek Ausmelt


Jumat, 31 Maret 2023 / 15:11 WIB
ILUSTRASI. Smelter PT Timah Tbk (TINS) di Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Bangka Belitung.


Reporter: Filemon Agung | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meminta PT Timah Tbk (TINS) untuk meningkatkan utilisasi produksi Proyek Smelter Top Submerge Lance (TSL) Ausmelt Furnace Muntok.

Arifin mengungkapkan, TINS baru saja merampungkan proyek tersebut. Proyek ini pun diklaim lebih efisien ketimbang fasilitas yang dimiliki sebelumnya.

"Kita minta mereka untuk double-kan kapasitas. (Proyek) yang baru ini lebih bagus yang diharapkan bisa mengamankan kebutuhan untuk pabriknya," kata Arifin di Kementerian ESDM, Jumat (31/3).

Adapun, praktik penambangan ilegal kini masih menjadi salah satu tantangan TINS dalam memenuhi kebutuhan bijih untuk diolah di Proyek Ausmelt yang dimiliki.

Menanggapi hal ini, Arifin memastikan perlu ada kebijakan strategis yang diambil untuk mengatasi masalah yang ada.

Baca Juga: Timah (TINS) Yakin Harga Timah Tahun Ini Akan Lebih Bersahabat

Menurutnya, praktik penambangan ilegal pun terjadi pada wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah. Sementara itu, nasib masyarakat pun juga perlu diperhatikan.

"Rakyat sekitar situ juga perlu bekerja. Jadi faktor ini yang harus dipertimbangkan, bagaimana semuanya bisa dirangkum menjadi kebijakan saling mendukung," tegas Arifin.

Sebelumnya, Direktur Utama TINS Achmad Ardianto mengungkapkan, performance test tengah dilakukan untuk Proyek Ausmelt tersebut.

Menurutnya, dibutuhkan dukungan semua pihak untuk bisa mendorong operasional proyek baru ini.

 

"Kalau tidak dibantu masyarakat dan pemerintah nanti kita tidak kebagian pasir timah, jadi kita buat smelter untuk apa? Smelter itu bukan untuk menambah kapasitas tapi untuk mengganti kapasitas karena yang lama inefisien, kalau yang sekarang lebih efisien," jelas Achmad ditemui di Jakarta Convention Center (JCC), Selasa (21/3).

Kontan mencatat, proyek dengan nilai investasi setara Rp 1,2 triliun ini berkapasitas 40 ribu ton. Kehadiran proyek ini bahkan diklaim menciptakan efisiensi biaya pengolahan hingga 25%.

Selain itu, pembangunan TSL Ausmelt Furnace adalah strategi Timah untuk menjawab tantangan yang dihadapi industri pertambangan timah saat ini, khususnya dalam memaksimalkan konsentrat timah kadar rendah.

Baca Juga: PT Timah (TINS) Berharap Bisa Segera Memulai Tambang Laut

Dengan TSL Ausmelt Furnace, diharapkan mampu mengolah konsentrat bijih timah dengan kadar rendah mulai dari 40% Sn, dengan kapasitas produksi 40.000 ton crude tin per tahun atau 35.000 metrik ton ingot per tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×