kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.944   31,00   0,17%
  • IDX 6.068   30,85   0,51%
  • KOMPAS100 781   3,84   0,49%
  • LQ45 598   2,29   0,38%
  • ISSI 211   1,01   0,48%
  • IDX30 332   1,64   0,50%
  • IDXHIDIV20 424   1,23   0,29%
  • IDX80 89   0,40   0,46%
  • IDXV30 115   0,40   0,35%
  • IDXQ30 108   0,42   0,39%

Menteri Teten mendorong kemudahan sertifikasi halal bagi UMKM


Kamis, 26 Desember 2019 / 19:18 WIB
ILUSTRASI. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI Teten Masduki saat memberikan kata sambutan pada pembukaan acara Festival Gerakan Warung Nasional (FGWN) yang digagas oleh Mitra Tokopedia bekerja sama dengan Warung Pintar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusa


Reporter: | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendorong agar ada kemudahan bagi UMKM dalam mengurus sertifikasi halal. Hal ini karena pada 2024 nanti semua produk makanan dan minuman diwajibkan memiliki sertifikat halal.

Teten mengatakan, kemudahan sertifikat itu saat ini tengah diusulkan dalam omnibus law cipta lapangan kerja.

"Itu nanti di omnibus law itu sudah diusulkan agar kemudahan sertifikat produk-produk UMKM mulai dari halal sampai sertifikat BPOM harus dibantu untuk mendapatkan sertifikatnya, kalau perlu digratiskan," ujar Teten, Kamis (26/12).

Baca Juga: Gapmmi minta pemerintah benahi sejumlah aspek sebelum terapkan sertifikasi halal

Selain sertifikasi halal, Teten mengatakan, saat ini juga tengah diusulkan wacana skema pengupahan untuk UMKM.

"Ini sudah menjadi bagian yang diusulkan dalam omnibus law nanti tentang cipta kerja memang harus ada pengupahan khusus lah tentang UMKM ini saya kira baru selevel itu mengenai nilainya segala macam itu belum sampai detail," ujar Teten.

Kedepan, Teten mendorong UMKM untuk fokus pada komoditas unggulan dan mengembangkan kemampuan produksi.

Selain itu, pihaknya saat ini berupaya mendorong adanya kemitraan antara pelaku usaha besar dengan UMKM. "UMKM kita sudah harus masuk komoditas unggul," kata Teten.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×