kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.025   12,00   0,07%
  • IDX 7.067   -117,05   -1,63%
  • KOMPAS100 977   -15,99   -1,61%
  • LQ45 718   -9,08   -1,25%
  • ISSI 253   -4,12   -1,60%
  • IDX30 389   -4,19   -1,07%
  • IDXHIDIV20 483   -4,12   -0,84%
  • IDX80 110   -1,64   -1,46%
  • IDXV30 134   -0,83   -0,62%
  • IDXQ30 127   -1,24   -0,97%

Metro Realty pasang target konservatif di 2016


Sabtu, 25 Juni 2016 / 10:54 WIB


Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pasar properti yang lesu memaksa pengembang properti mengeluarkan jurus bertahan. Banyak perusahaan pengembang properti memilih untuk wait and see, sembari mencari waktu yang tepat untuk meluncurkan proyek properti anyar. 

Strategi ini juga diterapkan manajemen PT Metro Realty Tbk. Tahun ini emiten berkode saham MTSM tersebut tak punya target muluk-muluk untuk pendapatan maupun target proyek baru.

"Kami target mempertahankan pendapatan tahun ini sama seperti tahun lalu," kata Yurianatama, Corporate Secretary Metro Realty kepada KONTAN, Jumat (24/6). 

Tahun lalu, Metro Realty mencatatkan pendapatan Rp 23 miliar, naik 15% ketimbang tahun 2014 senilai Rp 20 miliar. 

Itu artinya, Metro Realty tahun ini membidik pendapatan Rp 23 miliar. Namun, sampai dengan kuartal I-2016, Metro Realty baru menuai pendapatan Rp 6,3 miliar, turun 10% ketimbang periode yang sama tahun 2015. 

Penurunan pendapatan terjadi karena berkurangnya penghasilan dari sewa apartemen. 

Melongok laporan keuangan, pendapatan dari sewa apartemen kuartal I-2016 hanya mencapai Rp 979 juta, turun 30% ketimbang pendapatan sewa apartemen pada periode yang sama tahun 2015 lalu senilai Rp 1,4 miliar. 

Tak hanya sewa dari apartemen, Metro Realty juga mencatat penurunan pendapatan dari sektor sewa dan pengelolaan gedung. 

Pada kuartal pertama tahun 2016, pendapatan Metro Realty dari sewa gedung tersebut turun 5,6% menjadi Rp 5 miliar ketimbang pendapatan pada kuartal pertama tahun 2015 lalu senilai Rp 5,3 miliar. 

Melihat kondisi pendapatan yang lesu tersebut, Yurianatama bilang, manajemen MTSM akan melakukan sejumlah efisiensi, operasional di gedung yang mereka kelola. 

Ia menegaskan efisiensi yang mereka lakukan ini, bukan menyangkut pengurangan jumlah karyawan atau sumber daya manusia (SDM). "Kami tidak sampai ke situ," terang Yurianatama. 

Namun, di laporan keuangan Metro Realty terlihat beban gaji pegawai Metro Realty pada kuartal I-2016 turun signifikan 42% menjadi Rp 389 miliar. 

"Padahal beban gaji pegawai periode yang sama 2015 Rp 668 miliar. "Tahun ini kami tak ada pengembangan proyek," kata Yurianatama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×