kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.072   12,00   0,07%
  • IDX 5.384   55,40   1,04%
  • KOMPAS100 696   9,50   1,38%
  • LQ45 544   7,81   1,46%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 304   3,62   1,20%
  • IDXHIDIV20 399   5,29   1,35%
  • IDX80 80   1,12   1,42%
  • IDXV30 111   1,10   1,00%
  • IDXQ30 101   1,48   1,49%

Multipolar Technology (MLPT) Bidik Peluang Bisnis Orkestrasi AI di Era Frontier AI


Kamis, 22 Oktober 2026 / 15:08 WIB
Multipolar Technology (MLPT) Bidik Peluang Bisnis Orkestrasi AI di Era Frontier AI
ILUSTRASI. PT Multipolar Technology Group, Tbk (DOK/multipolar-group.com)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) melihat peluang pengembangan solusi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) seiring meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap teknologi yang terintegrasi dengan sistem bisnis. 

Perusahaan mendorong pendekatan orkestrasi AI untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi tersebut di berbagai proses operasional perusahaan.

Director Account Management FSI and Commercial Multipolar Technology Herryyanto mengatakan, perkembangan AI kini tidak hanya berfokus pada kemampuan model dalam menjawab pertanyaan, tetapi juga mencakup kemampuan menjalankan tugas, menggunakan perangkat, hingga mengoordinasikan berbagai alur kerja secara mandiri.

Baca Juga: Indonesia Bidik Rantai Pasok Chip Global, Ini Langkah Awalnya

Perkembangan tersebut memasuki era Frontier AI, yakni kategori model AI dengan kapabilitas paling maju pada suatu waktu, termasuk dalam penalaran, pemrograman, dan perencanaan.

“Pendekatan ini menempatkan AI bukan sekadar sebagai model atau aplikasi yang berdiri sendiri, melainkan sebagai sebuah sistem terpadu yang melibatkan data, platform, infrastruktur, keamanan, dan operasional bisnis,” kata Herryyanto dalam keterangannya, Kamis (22/10).

Menurut dia, semakin mandiri sistem AI bekerja, semakin besar pula kebutuhan perusahaan terhadap tata kelola, pemantauan, dan pengawasan manusia. Karena itu, implementasi AI perlu dirancang secara menyeluruh agar mampu menghasilkan nilai bisnis yang terukur.

Senior Vice President Multipolar Technology Achmad Fakhrudin menambahkan, perusahaan perlu menyeimbangkan kapabilitas AI dengan biaya dan kebutuhan operasional. Pengembangan AI tidak cukup hanya dengan memilih model yang paling canggih atau menentukan penggunaan layanan cloud maupun infrastruktur on-premises.

Multipolar Technology mendorong pendekatan orkestrasi AI melalui integrasi data, AI agent, aplikasi, infrastruktur, serta otomasi dalam satu ekosistem enterprise. Pendekatan ini juga mencakup keamanan, tata kelola, kepatuhan, dan ketahanan sistem sejak tahap perancangan.

Perusahaan menilai pendekatan tersebut dapat membuka peluang pemanfaatan AI di berbagai bidang, mulai dari layanan pelanggan, analisis data, pengembangan perangkat lunak, hingga dukungan pengambilan keputusan dan operasional perusahaan.

Peluang bisnis tersebut turut tercermin dari proyeksi pasar global. Mengutip MarketsandMarkets, pasar orkestrasi AI diperkirakan tumbuh dari US$ 11,02 miliar pada 2025 menjadi US$ 30,23 miliar pada 2030.

Di tengah perkembangan peluang bisnis AI, kinerja keuangan Multipolar Technology juga mencatat pertumbuhan pada semester I-2026.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, Multipolar Technology membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 137,65 miliar hingga 30 Juni 2026. Angka tersebut meningkat 31,67% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 104,54 miliar.

Penjualan bersih perseroan mencapai Rp 1,77 triliun, naik dari Rp 1,68 triliun pada semester I-2025. Sejalan dengan itu, laba bruto meningkat menjadi Rp 281,23 miliar dari sebelumnya Rp 262,52 miliar.

Laba usaha Multipolar Technology juga tumbuh menjadi Rp 176,24 miliar dari Rp 142,52 miliar. Sementara itu, laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp 174,11 miliar, meningkat dari Rp 139,80 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, total aset perseroan mencapai Rp 3,73 triliun per 30 Juni 2026, sedikit turun dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp 3,74 triliun. Adapun total liabilitas tercatat sebesar Rp 2,99 triliun, naik tipis dari Rp 2,98 triliun pada akhir tahun lalu.

Ke depan, perkembangan teknologi AI berpotensi memperluas kebutuhan perusahaan terhadap integrasi sistem, platform data, keamanan siber, dan infrastruktur teknologi informasi. 

Bagi Multipolar Technology, kebutuhan tersebut menjadi salah satu peluang untuk memperkuat peran sebagai penyedia solusi integrasi teknologi dan transformasi digital bagi berbagai sektor industri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×