kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.807.000   -30.000   -1,06%
  • USD/IDR 17.005   14,00   0,08%
  • IDX 7.057   -39,62   -0,56%
  • KOMPAS100 972   -4,34   -0,44%
  • LQ45 715   -3,78   -0,53%
  • ISSI 251   0,95   0,38%
  • IDX30 388   -2,90   -0,74%
  • IDXHIDIV20 489   -0,24   -0,05%
  • IDX80 110   -0,28   -0,25%
  • IDXV30 135   0,99   0,74%
  • IDXQ30 127   -0,91   -0,71%

Nippon Indosari Corpindo (ROTI) memproyeksikan belanja modal Rp 400 miliar di 2020


Selasa, 07 Juli 2020 / 15:29 WIB
Nippon Indosari Corpindo (ROTI) memproyeksikan belanja modal Rp 400 miliar di 2020
ILUSTRASI. RUPS Nippon Indosari Corpindo (ROTI)


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) menegaskan komitmennya menjaga persediaan roti di tengah pandemi Corona. Adapun produsen Sari Roti ini memproyeksikan target belanja modal di tahun ini senilai Rp 400 miliar. 

Head Public Relations at PT Nippon Indosari Corpindo, Stephen Orlando menjelaskan saat ini Perseroan mengoperasikan 14 pabrik dengan sebaran 13 pabrik berlokasi strategis di Indonesia dan 1 pabrik di Filipina.

Baca Juga: Nippon Indosari Corpindo (ROTI) akan tebar dividen tunai Rp 149,5 miliar

"Untuk mengantisipasi potensi pertumbuhan bisnis roti di tanah air Perusahaan sedang membangun 2 pabrik baru dengan lokasi di Pekanbaru dan Banjarmasin yang diharapkan akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2020," jelas Stephen kepada Kontan.co.id, Selasa (7/7). 

Stephen memaparkan belanja modal atau capital expenditure (capex) di kuartal 2020 tercatat sebesar Rp 115,3 miliar atau setara penyerapan 28,8% dari target tahun ini sebesar Rp 400 miliar. Di tengah pandemi Corona, Stephen menyatakan bahwa Nippon Indosari Corpindo terus berkomitmen menjaga ketersediaan roti saat pandemi Covid-19 karena permintaannya terpantau sangat tinggi.

Penandatanganan fasilitas kredit 

Meski di tengah pandemi Corona, pada 13 April 2020 ROTI menadatangani perjanjian fasilitas kredit dengan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dalam rangka mendukung modal kerja. Stephen menjelaskan perjanjian fasilitas kredit dengan ketersediaan total mencapai Rp 1 triliun tersebut meliputi fasilitas kredit Time Loan Revolving dan Installment Loan. 




TERBARU

[X]
×