kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Nissan siap mencaplok Mitsubishi


Kamis, 12 Mei 2016 / 15:32 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

TOKYO. Di tengah perbincangan skandal kecurangan efisiensi bahan bakar, muncul topik baru yang sedang ramai di Jepang. Kabarnya Nissan Motor Company sedang dalam pembicaraan mengambil alih Mitsubishi Motors Corporation (MMC).

Mengutip Jalopnik.com dari Nikkei dan Bloomberg, Kamis (12/5/2016), pembahasan mengenai langkah lebih lanjut Nissan akan berlangsung hari ini, Kamis (12/5/2016). Nissan diperkirakan akan menghabiskan sekitar 200 miliar yen atau 1,84 miliar dolar Amerika, untuk membeli 30-34 persen saham MMC.

Pembelian itu secara langsung akan menjadikan Nissan sebagai pemegang saham terbesar, melampaui kepemilikan dari induk MMC, Mitsubishi Heavy Industries, yang saat ini tercatat memiliki 20 persen saham di MMC.

Sejak kasus ini muncul kepermukaan, pesanan kendaraan Mitsubishi di Jepang merosot. Kondisi tersebut, sedikit-banyak mempengaruhi citra Nissan, yang menjual dua model mobil kecil, hasil perjanjian kerjasama dengan Mitsubishi.

Bloomberg melaporkan, saat ini, saham Mitsubishi Motors telah jatuh 43 persen sejak 19 April, yang ditutup pada hari Rabu di Tokyo di posisi pada 495 yen. Sementara saham di Amerika melonjak 11 persen menjadi 4,92 dolar pada pukul 12:44 sore waktu New York, dan anak perusahaan Nissan Amerika  turun 1,5 persen menjadi 18,30 dolar Amerika.

MMC hingga saat ini belum mencari dukungan dari perusahaan gabungan Mitsubishi, dan masih berupaya untuk memecahkan krisis internalnya sendiri. Osamu Masuko, Chief Executive Officer MMC mengatakan pada konferensi pers hari Rabu di Tokyo, pihaknya harus mampu menebus semuanya dengan sumber daya sendiri. (Penulis: Ghulam Muhammad Nayazri)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×