Reporter: Vina Elvira | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia AirAsia menyatakan belum mengalami dampak signifikan terhadap operasional penerbangan akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra maupun Kalimantan.
Meski demikian, maskapai ini terus memantau kondisi cuaca dan jarak pandang di bandara tujuan untuk mengantisipasi potensi gangguan penerbangan.
Director of Indonesia Affairs & Strategic Communication Indonesia AirAsia Eddy Krismeidi mengatakan, perusahaan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan operasional penerbangan tetap berjalan dengan memperhatikan aspek keselamatan.
“Kami terus memantau kondisi cuaca dan jarak pandang di bandara tujuan serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi potensi gangguan operasional,” ungkap Eddy, kepada Kontan.co.id, Senin (12/10).
Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Sempat Ganggu Tiga Penerbangan di Bandara Palembang
Terkait dampak terhadap permintaan penerbangan maupun kinerja finansial, Eddy menyebut perusahaan masih mencermati perkembangan kondisi karhutla dan kabut asap.
Ia melanjutkan, apabila kondisi kabut asap memengaruhi keselamatan penerbangan, penyesuaian operasional akan dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Sebab, keselamatan penumpang dan awak pesawat tetap menjadi prioritas utama perusahaan. .
Sebelumnya, dampak karhutla terhadap industri penerbangan domestik telah menjadi perhatian Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Berdasarkan data hasil koordinasi dengan berbagai pihak terkait, sebanyak 1.673 penerbangan domestik terdampak karhutla selama periode 11 Agustus hingga 9 Oktober 2026.
Baca Juga: Menhub Sebut Asap Karhutla Mulai Mereda, Penerbangan di Kalimantan Berangsur Kondusif
Sejumlah bandara di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan termasuk wilayah yang rawan terdampak kabut asap.
Beberapa di antaranya adalah Bandara Supadio Pontianak, Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Bandara H. Asan Sampit, Bandara Iskandar Pangkalan Bun, dan Bandara Rahadi Oesman Ketapang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














