kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Panen garam nasional sudah mencapai 1,3 juta ton


Selasa, 09 Oktober 2018 / 16:12 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produksi garam rakyat saat ini diperkirakan telah di kisaran 1,2 juta ton - 1,3 juta ton. Cuaca yang stabil kering membuat panen lebih baik. Adapun penyerapan garam menjadi lebih baik karena adanya gudang garam yang dikembangkan pemerintah.

Ketua Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia (APGRI) Jakfar Sodikin menyampaikan panen berjalan lancar karena cuaca kering dan musim panas mendukung proses pengeringan. Tak hanya itu, gudang garam dengan sistem resi juga telah berjalan dan membantu kinerja petani.

"Sebagian gudang garam nasional sudah melaksanakan resi gudang, terutama yang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)," kata Jakfar saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (9/10).

Memang, KKP sebelumnya melaporkan tengah mengembangkan sistem resi gudang garam dimana petani dapat menitipkan hasil panen garam mereka ke gudang dan menerima catatan resi. Catatan resi tersebut menjadi bukti kempelikan dan dapat digunakan sebagai jaminan dalam mengajukan pinjaman uang ke institusi finansial.

Asal tahu catatan panen garam ini melesat dari produksi pada awal September 2018 lalu mencapai 750.000 ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×