kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Pasokan Batubara ke Pembangkit PLN Mulai Membaik


Rabu, 12 Januari 2022 / 05:31 WIB
ILUSTRASI. PT PLN (Persero) melakukan sejumlah strategi untuk memastikan ketersediaan pasokan batu bara untuk kebutuhan operasional pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).


Reporter: Filemon Agung | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memastikan pasokan batubara untuk pembangkit PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mulai membaik.

Pasca kebijakan larangan ekspor batubara per 1 Januari 2022, stok pasokan batubara disebut mulai meningkat dari kondisi semula.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ridwan Djamaluddin mengungkapkan, sebelumnya krisis pasokan yang terjadi dikhawatirkan bakal mematikan 17 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 10 GW.

"Sekarang rata-rata sudah dapat dicapai mendekati 15 HOP (hari operasional)," ujar Ridwan dalam diskusi Economic Challenges, Selasa (11/1) malam.

Ridwan menambahkan, efektivitas kewajiban kontrak PLN dengan mitra penambang pun juga kini sudah mencapai di atas 80%. Sebelumnya efektivitas ini hanya ada diangka 60%.

Baca Juga: Kemenko Marves: Usulan Skema BLU Untuk DMO Kelistrikan Tak Bikin Tarif Listrik Naik

Ridwan memastikan, kondisi pasokan masih cukup dinamis. Untuk itu, pihaknya masih akan memantau hingga hari terakhir pelarangan ekspor batubara. 

Pemerintah menjelaskan, untuk kontrak pasokan saat ini sudah dipastikan, selain itu kapal tongkang batubara juga sudah diatur untuk pengiriman ke pembangkit.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan, kondisi efektivitas pengiriman pasokan batubara PLN pada periode Agustus 2021 hingga Desember 2021 hanya mencapai 62%.

"Bahkan Desember 2021 mendekati 35%," kata Darmawan dalam kesempatan yang sama.

Darmawan melanjutkan, kondisi krisis pasokan batubara kini sudah bisa diminimalisir. Untuk itu, potensi pemadaman kini dinilai sudah bisa diantisipasi pasca adanya tambahan pasokan batubara pasca kebijakan larangan ekspor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×