kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Pasokan karet Thailand menurun, dunia perhatikan Indonesia


Kamis, 27 Oktober 2011 / 22:43 WIB
ILUSTRASI. Promo Transmart Carrefour 13 Desember 2020 memberikan diskon produk-produk kebutuhan harian. Gerai Transmart di Transpark Bintaro, Tangerang Selatan, Jumat (20/12). KONTAN/Baihaki/20/12/2019


Reporter: Harry Febrian | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Pasca menurunnya pasokan karet dari Thailand karena bencana banjir, Indonesia mempunyai peluang untuk tampil menjadi pemasok karet utama dunia. Malah, dunia internasional mulai mengincar karet asal Sumatera dan Kalimantan. Hanya saja, untuk bisa melicinkan jalan bagi industri karet Indonesia mengisi kekosongan pasokan Thailand, pembangunan infrastruktur adalah syarat utama.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Gabungan Perusahaan Karet Indonesia Asril Sutan Amir kepada Kontan di Jakarta, Kamis (27/10) menanggapi berkurangnya pasokan karet Thailand pasca bencana banjir.

"Ini peluang bagus bagi kita untuk bisa mengisi celah ini. Malah, dunia internasional mulai melirik beberapa daerah penghasil karet kita di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Kalimantan," ujar Asril.

Untuk itu, Asril meminta agar pemerintah terus mendukung industri karet, terutama masalah infrastruktur. Hal ini adalah syarat mutlak jika Indonesia ingin lebih agresif mengembangkan pasar karetnya di dunia.

"Yang paling penting adalah pelabuhan dan jalan raya. Kami harapkan pemerintah bisa membangun sebanyak mungkin agar akses mudah," kata Asril. Secara umum, Asri menilai bencana banjir di Thailand tidak akan terlalu berpengaruh untuk dalam negeri. Termasuk bagi sektor ban yang menjadi salah satu pengguna utama bahan baku karet.

"Tapi ada satu pelajaran penting yang bisa kita petik dari banjir Thailand. Kita harus perhatikan kondisi hutan kita. Kita harus bisa menjaga hutan kita," tukas Asril.

Sekadar catatan, produksi karet Indonesia tahun ini mencapai 3 juta ton atau naik sekitar 3,5% dibanding tahun lalu dengan total produksi 2,9 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×