kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Pebisnis restoran pilih setor modal


Senin, 04 Maret 2013 / 10:36 WIB
Pebisnis restoran pilih setor modal
ILUSTRASI. Latihan Sederhana untuk Kesehatan Paru-Paru dan Jantung


Reporter: Adisti Dini Indreswari | Editor: Markus Sumartomjon

JAKARTA. Peraturan waralaba restoran rupanya belum membawa pengaruh positif bagi bisnis waralaba di Indonesia. Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) memperkirakan, pengusaha restoran lebih memprioritaskan opsi penyertaan modal ketimbang opsi waralaba.

Seperti diketahui, Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 7 Tahun 2013 tentang Pengembangan Kemitraan Waralaba untuk Usaha Jasa Makanan dan Minuman, memberi dua opsi bagi pengusaha restoran yang sudah memiliki lebih dari 250 gerai.

Dua opsi itu, melalui mewaralabakan kelebihan gerainya atau lewat pola penyertaan modal. "Kami perkirakan banyak memilih penyertaan modal," kata Eddy Sutanto, Ketua Umum Apkrindo, akhir pekan lalu.

Eddy menilai, menjalankan waralaba restoran lebih sulit ketimbang waralaba ritel. Misalnya soal menjaga kualitas makanan serta pelayanan kepada konsumen. Sehingga pengusaha tidak mau secara asal memberi waralaba kepada pihak ketiga.

Ia menambahkan, restoran yang memilih opsi setor modal tidak cuma berasal dari restoran pemegang waralaba asing, tapi juga pebisnis restoran lokal.

Berdasarkan catatan Apkrindo, saat ini hanya ada satu restoran di Indonesia yang jumlah gerainya sudah melebihi 250 gerai yaitu Kentucky Fried Chicken (KFC).

Namun demikian, pengelola KFC, PT Fast Food Indonesia, lebih memilih opsi penyertaan modal. Selain KFC, "Yang hampir mendekati 250 gerai adalah  Pizza Hut dan McDonalds," ungkap Eddy.

PT Sarimelati Kencana selaku pemegang waralaba restoran Pizza Hut di Indonesia juga masih santai. Padahal saat ini Sarimelati sudah punya 207 gerai Pizza Hut plus 77 Pizza Hut Delivery (PHD). Namun, pihak Sarimelati berdalih, Pizza Hut dan PHD merupakan dua merek yang berbeda.

Itulah sebabnya, Sarimelati akan tetap membuka gerai sendiri. Mereka menargetkan, saban tahun bisa menambah 15 gerai Pizza Hut dan 20 gerai PHD hingga lima tahun mendatang. "Kami memang akan membuka lebih banyak gerai PHD daripada Pizza Hut, karena Pizza Hut merek yang sudah matang sedangkan PHD masih bisa tumbuh lebih tinggi lagi," papar Stephen James McCarthy, Presiden Direktur Sarimelati.

Dengan demikian, jumlah gerai Pizza Hut baru akan melebihi 250 gerai dalam tempo tiga tahun lagi. Sayangnya, Stephen enggan berkomentar mengenai persiapan waralaba atau penyertaan modal, dengan alasan masih mempelajari peraturannya.

Sementara itu Johnny Andrean, pemilik gerai BreadTalk, J.CO, dan Roppan  mengaku belum menentukan skema yang bakal mereka pilih. Apakah waralaba atau penyertaan modal. "Saya mendukung peraturan tersebut," ujarnya singkat.

Saat ini Johnny sudah punya 150 gerai J.CO, 90 gerai BreadTalk, dan 13 gerai Roppan. Johnny menyatakan, pihaknya akan berekspansi menambah kurang lebih 20 gerai baru untuk ketiga merek di sepanjang tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×