kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Pelangi Indah Canindo (PICO) atasi harga bahan baku mahal


Senin, 17 Juni 2019 / 16:05 WIB


Reporter: Kenia Intan | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Mahalnya bahan baku menjadi tantangan PT Pelangi Indah Canindo Tbk sepanjang tahun 2018. Bahan baku yang mahal menggerus laba perusahaan hingga 22%year on year (yoy) menjadi Rp 15,73 miliar.

Direktur PT Pelangi Indah Canindo Tbk Rubianto menjelaskan, melonjaknya pegeluaran karena perusahaan harus menggunakan bahan baku dari Krakatau Steel untuk permintaan drum dari Pertamina.

Ketentuan ini ada dalam perjanjian yang melibatkan Krakatau Steel, Pertamina, dan PT Pelangi Indah Canindo. Padahal, perbedaan harga bahan baku bisa mencapai Rp 5.000 per kilogram.

Perusahaan dengan kode emiten PICO telah mencoba melakukan penawaran terhadap ketentuan tersebut, supaya perseroan dapat menggunakan material dari alternatif suplier lain.

"Juli ini sudah ada hasilnya, dalam tender sudah dimuat di berita acara, tapi masih untuk supply tahap pertama," kata Rubianto ketika ditemui Kontan.co.id, Senin (17/6). Dengan adanya kesepakatan ini diharapkan beban produksi menjadi lebih murah.

Pertamina adalah kustomer PICO yang berkontribusi paling besar terhadap revenue (pendapatan), yakni 30%. Adapun PICO melayani permintaan drum Pertamina di Jakarta sebanyak 350 ribu unit per tahun, Cilacap sebanyak 100 ribu unit per tahun, dan Gresik sebanyak 50 ribu unit per tahun. Total, diperkirakan PICO menyetok 500 ribu unit drum per tahun kepada Pertamina.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×