kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.520   20,00   0,11%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pelindo II masih mengkaji kerjasama dengan KBS


Minggu, 08 Oktober 2017 / 19:08 WIB


Reporter: Tantyo Prasetya | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II masih terus melakukan perbincangan terkait rencana mereka untuk menjalin kerjasama dengan PT Krakatau Bandar Samudera (KBS). KBS sendiri merupakan anak perusahaan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) di bidang jasa kepelabuhanan.

Shanti Puruhita selaku Corporate Secretary Pelindo II/IPC mengungkapkan pihaknya masih mengkaji terus pola kerjasama yang akan terjalin di antara kedua pihak.

"Terkait KBS, IPC masih melakukan kajian untuk penentuan polanya apakah itu nanti akuisisi, equity participation atau dalam bentuk lain," terangnya kepada Kontan, Minggu (8/10).

Hal senada juga diungkapkan Suriadi Arif selaku Sekertaris Perusahaan KRAS. Suriadi menegaskan, pihaknya membuka segala kemungkinan potensi kerjasama di antara kedua pihak.

"Berbagai potensi kerjasama pengelolaan pelabuhan masih dibahas diinternal KS," terang Suriadi, Minggu (8/10).

Dirinya juga belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut tentang potensi kerjasama yang dimaksud, termasuk soal anggaran yang dibanderol oleh pihaknya.

"Masih jauh, apalagi ke anggaran. Jadi untuk tahap ini belum ada informasi yang bisa disampaikan," tegasnya.

KBS sendiri sejak November 2016 ditunjuk oleh Kementerian Perhubungan untuk mengelola Terminal Cigading Pelabuhan Banten melalui penandatangan perjanjian konsesi untuk pelayanan jasa kepelabuhan.

Dalam konsesi tersebut, KBS akan mengelola 4 dermaga dengan jangka waktu konsesi selama 75 tahun dengan besaran konsesi sebesar 3% dari pendapatan bruto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×