Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Air Minum, sebagai bagian dari upaya percepatan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Langkah tersebut ditempuh untuk meningkatkan kualitas layanan. Sekaligus mengejar target perluasan akses air minum perpipaan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Plt. Direktur Air Minum Kementerian PU Sugeng Paryanto mengatakan, pemerintah terus mendorong peningkatan kapasitas penyelenggara SPAM melalui penguatan tata kelola, efisiensi operasional, serta peningkatan kinerja kelembagaan BUMD Air Minum.
“Peningkatan kinerja penyelenggara SPAM menjadi salah satu fokus pemerintah untuk memperluas akses layanan air minum yang aman dan berkelanjutan,” ujar Sugeng kepada KONTAN, Kamis (6/8).
Baca Juga: Freeport Ajukan Perpanjangan IUPK, Investasi Tambang Bawah Tanah Butuh Kepastian Izin
Berdasarkan hasil evaluasi pemerintah, dari 394 BUMD Air Minum yang dinilai, masih terdapat 136 BUMD dengan kategori kurang sehat dan sakit. Selain itu, tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) secara nasional masih mencapai 33,51%, sementara baru 46,45% BUMD Air Minum yang telah menerapkan tarif full cost recovery (FCR). Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam meningkatkan kualitas layanan air minum perpipaan.
Menurut Sugeng, pemerintah terus melakukan berbagai langkah perbaikan, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan manajemen perusahaan, penurunan tingkat kehilangan air, hingga peningkatan kinerja keuangan penyelenggara SPAM.
“Pemerintah terus mendorong peningkatan kapasitas kelembagaan, efisiensi operasional, serta penguatan tata kelola BUMD Air Minum agar mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Sugeng.
Ia menambahkan, penguatan tata kelola juga diarahkan agar BUMD Air Minum, memiliki kapasitas yang lebih baik dalam mengakses pembiayaan. Serta mampu menarik investasi untuk mendukung pengembangan layanan air minum di berbagai daerah.
“Dengan penguatan tata kelola dan peningkatan kinerja BUMD Air Minum, diharapkan target peningkatan akses layanan air minum perpipaan dapat tercapai sesuai sasaran RPJMN 2025–2029,” lanjut Sugeng.
Ke depan, pemerintah berharap berbagai upaya tersebut dapat memperkuat kinerja penyelenggara SPAM, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, sekaligus mendukung pencapaian target akses air minum perpipaan sebesar 40,2% dan akses air minum aman sebesar 43% pada 2029.
Baca Juga: Kelola Lahan Eks PKH, Agrinas Palma Jalin Kemitraan Transparan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
