kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pemerintah desak Freeport bikin smelter


Senin, 18 Maret 2013 / 10:30 WIB
Pemerintah desak Freeport bikin smelter
ILUSTRASI. Papan elektronik bunga deposito di Bank BNI, Jakarta. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Diemas Kresna Duta | Editor: Markus Sumartomjon

JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendesak PT Freeport Indonesia untuk segera mengolah biji mineral tembaga dan emas mereka di dalam negeri. Desakan ini sesuai dengan Undang Undang No. 4/ 2009 tentang Hilirisasi Sektor Pertambangan.

Thamrin Sihite, Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian EDSM menyatakan, berdasarkan beleid tersebut, setiap perusahaan tambang di Indonesia wajib melaksanakan hilirisasi produk pertambangan. "Ini Indonesia, ada aturan mainnya," katanya, akhir pekan lalu.

Induk usaha PT Freeport Indonesia, yakni Freeport McMoran Copper and Gold, sebelumnya, memang menolak membangun smelter lantaran tidak menguntungkan dari sisi bisnis.

Namun, pemerintah telah menegaskan siap memberi sanksi bila Freeport tetap membandel. Sanksinya tidak bisa mengekspor biji tembaga dan emas.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pemberdayaan Daerah, Natsir Mansyur, bilang, bila tidak mampu membuat smelter, Freeport bisa mengalihkan ke pebisnis domestik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×