kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Pemindahan Pelabuhan Impor ke Wilayah Timur Tinggal Tunggu Persetujuan Jokowi


Senin, 26 Agustus 2024 / 18:15 WIB
Pemindahan Pelabuhan Impor ke Wilayah Timur Tinggal Tunggu Persetujuan Jokowi
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Usulan pemindahan pelabuhan impor khusus untuk barang jadi ke Indonesia Timur saat ini sudah selesai pembahasannya. Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pihaknya sudah siap memberikan bahan usulan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk selanjutnya dibahas dalam rapat terbatas (ratas). 

"Bahannya sudah hampir selesai (pemindahan pelabuhan) dan insyaallah lusa kita kirim ke Bapak Presiden untuk minta ratas," ungkap Agus saat ditemui di Komplek DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (26/08).

Agus menambahkan pemindahan pelabuhan impor tidak berkaitan dengan pelarangan atau pengetatan barang jadi. Namun resmi memindahkan pelabuhan masuk impor.

"Bukan dilarang, bukan diperketat, pintu masuknya kita pindahkan ke wilayah timur indonesia. Ke Sorong, Bitung atau ditambah ke Kupang, untuk 7 komoditas tersebut dari Indonesia Timur," tambahnya. 

Baca Juga: Anggota DPR Minta Penerapan Aturan Impor Tak Merugikan Pekerja Migran Indonesia

Adapun 7 jenis komoditas tersebut adalah tekstil produk tekstil (TPT), pakaian jadi, keramik, perangkat elektronik, produk kecantikan, barang tekstil sudah jadi, dan alas kaki.

Ia juga menambahkan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Beacukai akan mendukung keputusan tersebut. 

"Iya harus, saya kira punya pemikiran yang sama karena ide awalnya dari beliau. Ini bukan soal mahal murah tapi industri dalam negeri tetap kompetitif," ungkapnya. 

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief menambahkan terkait pemindahan pelabuhan, nantinya jika masih ada pelaku industri yang memasukan barang melalui pelabuhan di luar yang disebutkan maka akan langsung ditolak dan barangnya langsung diturunkan. 

Sebagai tambahan informasi, pemindahan pelabuhan impor ini dilatarbelakangi oleh penumpukan 26.415 kontainer pada awal Mei 2024 lalu. Dimana terdapat 17.304 kontainer yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok dan 9.111 kontainer di Pelabuhan Tanjung Perak. 

Baca Juga: Pemerintah Akan Lakukan Pengetatan Impor, Pengusaha Minta Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×