Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan pendapatan bersih senilai US$ 497,57 juta pada kuartal I-2026. Pendapatan ITMG meningkat 3,12% secara year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang kala itu tercatat sebesar US$ 482,51 juta.
Pertumbuhan pendapatan ITMG terdongkrak oleh volume penjualan batubara yang mengalami kenaikan 6,77% (yoy) dari 5,9 juta ton menjadi 6,3 juta ton pada kuartal I-2026. Pertumbuhan volume penjualan ini menopang kinerja ITMG ketika harga jual rata-rata atau Average Selling Price (ASP) menurun 3,65% (yoy) dari US$ 82 per ton menjadi US$ 79 per ton.
Sementara itu, beban pokok pendapatan ITMG meningkat 5,08% (yoy) menjadi US$ 364,82 juta hingga Maret 2026.
"Terutama disebabkan oleh volume penjualan batubara yang lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang didukung oleh penjualan dari pihak ketiga sebesar 0,7 juta ton dan persediaan batubara yang dimiliki pada akhir tahun 2025," ungkap Manajemen ITMG melalui keterangan tertulis yang disiarkan pada Rabu (13/5/2026).
Baca Juga: Libur Kenaikan Yesus Kristus, Penumpang Kereta Tembus 196.302 Orang dalam Sehari
Meski volume penjualan naik, volume produksi batubara ITMG justru mengalami penurunan. ITMG memproduksi batubara sebanyak 4,7 juta ton selama periode tiga bulan pertama 2026.
Volume produksi batubara ITMG menyusut 11,32% dibandingkan capaian pada kuartal I-2025, yang kala itu mencapai 5,3 juta ton. Manajemen ITMG mengungkapkan bahwa penurunan ini disebabkan oleh curah hujan yang memengaruhi volume produksi.
Manajemen ITMG juga membeberkan bahwa beban penjualan menurun sekitar 2% menjadi US$ 43 juta. Sementara itu, beban umum dan administrasi meningkat sekitar 9% menjadi US$ 13 juta, sehingga total beban operasional tercatat sekitar US$ 56 juta pada periode tiga bulan pertama 2026, relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, beban pajak penghasilan meningkat menjadi US$ 26 juta dari sebelumnya US$ 19 juta. Sedangkan royalti kepada pemerintah meningkat sekitar 9% (yoy) menjadi US$ 58 juta, terutama disebabkan oleh kenaikan volume penjualan.
Secara bottom line, ITMG meraih laba bersih senilai US$ 54,67 juta pada kuartal I-2026. Angka ini menurun 15,84% dibandingkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ITMG pada kuartal I-2025, yang kala itu tercatat sebesar US$ 64,96 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













