Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) mencetak pertumbuhan laba yang cukup signifikan pada periode paruh pertama 2026. Emiten yang bergerak di bisnis gas industri dan gas medis ini meraih laba bersih sebesar Rp 65,2 miliar pada semester I-2026, melonjak 188,49% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sebagai perbandingan, AGII membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 22,60 miliar pada semester I-2025. Lonjakan keuntungan AGII sejalan dengan raihan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan yang mengalami kenaikan 9,21% secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp 1,41 triliun menjadi Rp 1,54 triliun hingga Juni 2026.
Pada saat yang sama, AGII mampu menahan kenaikan beban pokok penjualan di level 5,67% (yoy) menjadi Rp 817,94 miliar. Hasil ini mendongkrak perolehan laba kotor AGII sebanyak 12,77% (yoy) dari Rp 643,44 miliar menjadi Rp 725,63 miliar pada semester I-2026.
Pada periode yang sama, laba usaha AGII mendaki 23,10% (yoy) dari Rp 184,30 miliar menjadi Rp 226,88 miliar. Sedangkan laba tahun berjalan AGII mengalami kenaikan 178,55% (yoy) dari Rp 24,20 miliar menjadi Rp 67,41 miliar sampai dengan Juni 2026.
Baca Juga: Laba Melejit 353% pada Kuartal I, Begini Target & Strategi Samator (AGII) di 2026
AGII melaporkan pertumbuhan EBITDA sekitar 10% menjadi Rp 452,5 miliar, dengan kenaikan marjin EBITDA dari 29% menjadi 29,3%. Sedangkan adjusted EBITDA tumbuh 13,7% (yoy) menjadi Rp 449,7 miliar, setelah mengecualikan pos one-off bersih sebesar Rp 2,7 miliar. Hasil ini membawa AGII membukukan EBITDA semester pertama tertinggi sepanjang sejarahnya.
Direktur Utama sekaligus Chief Executive Officer Samator Indo Gas, Rachmat Harsono menjelaskan bahwa pertumbuhan pendapatan AGII didukung oleh permintaan yang kuat dari berbagai sektor strategis, terutama industri dan layanan kesehatan yang selama ini menjadi pasar utama. Peningkatan permintaan yang merata di berbagai sektor, termasuk layanan kesehatan, manufaktur, pengolahan logam, makanan dan minuman, serta industri elektronik.
Kinerja AGII juga didukung oleh kualitas pendapatan yang berkelanjutan melalui hubungan jangka panjang dengan pelanggan, tingkat perpanjangan kontrak mencapai 98% – 100%, kontrak on-site dan minimum offtake jangka panjang. Rachmat mengklaim bahwa Samator merupakan pemimpin pasar gas medis di Indonesia yang melayani rumah sakit dan fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.
Rachmat menambahkan, profitabilitas operasional AGII juga terus membaik. Kenaikan harga pokok penjualan berada di bawah laju pertumbuhan pendapatan sehingga mampu meningkatkan margin laba kotor. Di sisi lain, beban operasional meningkat lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pendapatan, mencerminkan operating leverage yang semakin kuat.
Hasil tersebut mengangkat margin laba kotor AGII yang naik menjadi 47%, dibandingkan 45,4% pada semester I-2025. Peningkatan tersebut didorong oleh berbagai perbaikan operasional yang bersifat struktural. Antara lain optimalisasi utilisasi pabrik, peningkatan efisiensi konsumsi listrik, serta optimalisasi rantai pasok.
Sedangkan lonjakan laba bersih ditopang oleh peningkatan margin laba kotor, disiplin dalam pengendalian biaya operasional, serta penurunan beban pembiayaan bersih seiring menurunnya biaya pinjaman dan meningkatnya pendapatan bunga dari cadangan kas.
Baca Juga: Samator Indo Gas (AGII) Siapkan Capex Hingga Rp 350 Miliar pada 2026
"Samator mencatatkan kinerja yang kuat, dengan EBITDA tertinggi sepanjang sejarah untuk periode semester pertama serta laba bersih yang meningkat hampir tiga kali lipat. Peningkatan margin laba kotor mencerminkan perbaikan fundamental dalam operasional kami. Mulai dari peningkatan utilisasi pabrik, efisiensi proses produksi, penghematan konsumsi listrik hingga optimalisasi rantai pasok, bukan semata-mata karena faktor non-berulang,” terang Rachmat melalui keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Selasa (28/7/2026).
AGII juga terus memperkuat disiplin pengelolaan biaya operasional serta memanfaatkan teknologi dan otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi proses bisnis. “Momentum pertumbuhan terus menguat sepanjang semester pertama, di mana penjualan kuartal kedua meningkat sekitar 3% dibandingkan kuartal pertama," imbuh Rachmat.
Memasuki semester kedua tahun 2026, Rachmat optimistis AGII dapat mempertahankan momentum pertumbuhan dengan profil margin yang semakin kuat. Fokus utama AGII tetap pada pemenuhan permintaan yang terus meningkat dari sektor kesehatan, manufaktur, pengolahan logam, dan elektronik.
AGII juga akan melanjutkan program operational excellence yang telah mendorong peningkatan profitabilitas, serta melakukan investasi kapasitas secara disiplin sesuai dengan kebutuhan pasar yang didukung kontrak jangka panjang. "Memasuki semester kedua, kami akan tetap berfokus pada eksekusi yang disiplin, pengendalian biaya yang ketat, serta pertumbuhan yang berkelanjutan dan menguntungkan bagi seluruh pemegang saham,” tandas Rachmat.
Baca Juga: Pendapatan Samator (AGII) Tembus Rp 3 Triliun, Namun Laba Bersih Turun pada 2025
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














