kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -20.000   -0,77%
  • USD/IDR 17.909   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.926   -10,17   -0,17%
  • KOMPAS100 765   -0,18   -0,02%
  • LQ45 589   -1,71   -0,29%
  • ISSI 206   -0,73   -0,35%
  • IDX30 328   -1,45   -0,44%
  • IDXHIDIV20 422   -0,98   -0,23%
  • IDX80 87   -0,08   -0,10%
  • IDXV30 116   -0,04   -0,04%
  • IDXQ30 108   -0,46   -0,42%

Penerbangan Umrah Terganggu, AMPHURI Minta Travel Siapkan Mitigasi


Selasa, 13 Oktober 2026 / 19:47 WIB
Penerbangan Umrah Terganggu, AMPHURI Minta Travel Siapkan Mitigasi
ILUSTRASI. Pelaksanaan ibadah umrah di Masjidil Haram kini semakin nyaman dengan hadirnya fasilitas mobil listr (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) meminta penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) meningkatkan langkah mitigasi menyusul eskalasi situasi di Arab Saudi yang berdampak terhadap sejumlah penerbangan.

Ketua Umum DPP AMPHURI Firman M. Nur mengatakan, pembatalan sejumlah penerbangan oleh maskapai berpotensi mengganggu jadwal keberangkatan maupun kepulangan jemaah umrah. Kondisi tersebut juga dapat berdampak terhadap operasional PPIU.

Karena itu, AMPHURI mengimbau PPIU segera berkoordinasi dengan maskapai untuk memastikan status penerbangan jemaah. Konfirmasi perlu dilakukan untuk mengetahui apakah penerbangan tetap sesuai jadwal, mengalami penjadwalan ulang atau justru dibatalkan.

"PPIU juga perlu memberikan informasi kepada jemaah mengenai situasi terkini, apakah program tetap sesuai jadwal atau mengalami perubahan," ujar Firman kepada Kontan, Selasa (13/10/2026).

Baca Juga: Gangguan Penerbangan ke Arab Saudi Ancam Bisnis Travel Umrah

Selain maskapai, PPIU diminta berkoordinasi dengan perusahaan asuransi untuk memastikan apakah penundaan maupun pembatalan penerbangan termasuk dalam cakupan polis yang dimiliki jemaah.

Koordinasi dengan hotel di Arab Saudi juga perlu dilakukan apabila terjadi perubahan jadwal perjalanan. Langkah tersebut diperlukan agar perubahan jadwal keberangkatan maupun kepulangan tidak menimbulkan persoalan dalam akomodasi jemaah.

Firman menambahkan, kondisi tersebut berada di luar kendali PPIU. AMPHURI meminta jemaah memahami apabila terjadi perubahan program perjalanan akibat situasi tersebut.

"Situasi ini merupakan kondisi kahar (force majeure) yang di luar kapasitas dan kemampuan PPIU, maka jemaah agar memahami dan memaklumi hal ini," kata Firman.

Menurut AMPHURI, koordinasi antara PPIU, maskapai, asuransi, hotel dan jemaah menjadi penting untuk memastikan dampak gangguan penerbangan dapat diminimalisir.

Baca Juga: Travel Umrah Siapkan Mitigasi Dampak Gangguan Bandara Riyadh

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×