kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pengamat menilai bisnis digital akan mendorong permintaan layanan data center


Kamis, 10 Juni 2021 / 18:34 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi teknologi. REUTERS/Valentyn Ogirenko


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Eksekutif ICT Institute, sekaligus pengamat teknologi Heru Sutadi menilai bisnis adopsi digital akan semakin naik daun. Hal itu tentu akan mendorong kebutuhan bisnis data center. 

Menurutnya, dari berbagai jenis bisnis, perkembangan bisnis digital akan mendorong kebutuhan data center. Tak hanya sektor e-commerce yang membutuhkan data center, namun juga  termasuk sektor pemerintahan, BUMN, sekolah, kampus, layanan gim, bahkan nanti internet of things (IoT). 

Baca Juga: Begini strategi Metrodata Electronics (MTDL) capai target kinerja di tahun ini

“Sehingga tentu akan menjadi pilihan dalam pengembangan pilihan bisnis ke depan. Baik investor asing maupun investor lokal khususnya para konglomerat,” ujar Heru kepada Kontan.co.id, Kamis (10/6). 

Tak hanya itu, bisnis yang di nilai akan ciamik ini lantaran data center tak hanya disewakan kepada pihak ketiga namun juga dapat digunakan bisnis perusahaan itu sendiri untuk penyimpanan data. “Di masa saat ini, adopsi digital semakin cepat sehingga tentu akan mendorong penggunaan data center,” tutupnya. 

Selanjutnya: Ini empat metode kolaborasi yang bisa dilakukan bank dan fintech

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×