kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Pengusaha Jepang-Jakarta keluhkan garam industri


Rabu, 13 Mei 2015 / 17:41 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah bank sudah mulai menyusun Rencana Bisnis Bank (RBB) menyambut tahun 2024. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Kumpulan pengusaha Jepang yang tergabung dalam Jakarta Japan Club (JJC) mengeluhkan soal pasokan dan kualitas garam untuk kebutuhan industri mereka.

Harjanto, Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil dan Aneka Kementerian Perindustrian mengatakan, pihaknya baru saja menemui JJC dan salah satu agenda mereka mengeluhkan soal kurangnya pasokan garam untuk bahan baku industri. "Mereka kekurangan bahan baku industri," ujar Harjanto usai mendampingi Menteri Perindustrian dalam pertemuan dengan JJC, Rabu (13/5).

Kebutuhan garam untuk industri di Indonesia mencapai sekitar 3 juta ton. Namun masih belum tercukupi, sehingga dinilai bisa mengganggu produksi perusahaan-perusahaan Jepang pengguna garam yang tergabung di JJC.

Perusahaan-perusahaan pengguna garam yang tergabung dalam JJC tersebut kebanyakkan dari perusahaan petrokimia, seperti Asahi dan Nippon Sukuba. Adapun garam dalam negeri mereka nilai kualitasnya tidak penuhi syarat dan mahal.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×