kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pengusaha minta bukti pertumbuhan ekspor


Minggu, 04 Februari 2018 / 19:36 WIB
Pengusaha minta bukti pertumbuhan ekspor
ILUSTRASI. Bongkar Muat Petikemas di Pelabuhan Tanjunng Priok


Reporter: Abdul Basith | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengusaha meminta bukti pertumbuhan ekspor yang ditargetkan Pemerintah. Asal tahu saja, Kementerian Perdagangan (Kemdag) merevisi target pertumbuhan ekspor yang sebelumnya sebesar 5% hingga 7% menjadi 11%.

Berdasarkan keputusan tersebut Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) meminta pemerintah memberi bukti nyata atas target tersebut.

"Target pertumbuhan adalah prognosa (angka proyeksi pencapaian tahun berjalan-red), jadi harus dibuktikan kenyataannya lebih detail dan dari waktu ke waktu," ujar Ketua Umum GPEI, Benny Soetrisno kepada KONTAN, Minggu (4/2).

Peningkatan ekspor tersebut perlu memperhatikan komoditi yang diekspor. Komoditi tersebut meliputi hasil alam maupun hasil proses manufaktur.

Selain itu pertumbuhan ekspor juga perlu memperhatikan volumenya. Hal yang perlu diperhatikan juga berdasarkan keterangan Benny adalah harga satuan, negara tujuan, dan negara pesaing.

Daya saing pun dinilai penting untuk menggenjot ekspor Indonesia. Benny bilang daya saing masih menjadi faktor penghambat pertumbuhan ekspor.

"Penghambat pertumbuhan ekspor adalah daya saing ke pasar, daya saing biaya distribusi ke tempat tujuan ekspor, dan daya saing biaya produksi," terangnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×