kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Pengusaha minta bukti pertumbuhan ekspor


Minggu, 04 Februari 2018 / 19:36 WIB
ILUSTRASI. Bongkar Muat Petikemas di Pelabuhan Tanjunng Priok


Reporter: | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengusaha meminta bukti pertumbuhan ekspor yang ditargetkan Pemerintah. Asal tahu saja, Kementerian Perdagangan (Kemdag) merevisi target pertumbuhan ekspor yang sebelumnya sebesar 5% hingga 7% menjadi 11%.

Berdasarkan keputusan tersebut Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) meminta pemerintah memberi bukti nyata atas target tersebut.

"Target pertumbuhan adalah prognosa (angka proyeksi pencapaian tahun berjalan-red), jadi harus dibuktikan kenyataannya lebih detail dan dari waktu ke waktu," ujar Ketua Umum GPEI, Benny Soetrisno kepada KONTAN, Minggu (4/2).

Peningkatan ekspor tersebut perlu memperhatikan komoditi yang diekspor. Komoditi tersebut meliputi hasil alam maupun hasil proses manufaktur.

Selain itu pertumbuhan ekspor juga perlu memperhatikan volumenya. Hal yang perlu diperhatikan juga berdasarkan keterangan Benny adalah harga satuan, negara tujuan, dan negara pesaing.

Daya saing pun dinilai penting untuk menggenjot ekspor Indonesia. Benny bilang daya saing masih menjadi faktor penghambat pertumbuhan ekspor.

"Penghambat pertumbuhan ekspor adalah daya saing ke pasar, daya saing biaya distribusi ke tempat tujuan ekspor, dan daya saing biaya produksi," terangnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×