kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Penjualan Ritel Meningkat pada 2022, Ini Penjelasan APPBI


Senin, 23 Januari 2023 / 18:44 WIB
ILUSTRASI. Kunjungan ke Mal Terus Meningkat: Suasana di sebuah pusat perbelanjaan di Depok, Jawa Barat, Rabu (8/7). Penjualan Ritel Meningkat pada 2022, Ini Penjelasan APPBI.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menilai tren penjualan ritel meningkat pada 2022 karena tak adanya pembatasan mobilitas masyarakat.

Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja berpendapat pada tahun lalu hingga saat ini kondisi sektor ritel sudah berangsur normal seperti sebelum pandemi Covid-19. 

Dia mengatakan penjualan offline mengalami tren peningkatan karena kondisi masyarakat yang sudah rindu untuk melalukan interaksi sosial setelah hampir tiga tahun dibatasi.

Baca Juga: Perkuat Komitmen 2023, Lazada Perkenalkan KeLaz Belajar guna Dukung Pembelajaran UMKM

"Dengan demikian, masyarakat sudah tidak lagi harus melakukan belanja online," ucap dia kepada Kontan, Senin (23/1). 

Sementara itu, Alphonzus menyebut kondisi penjualan online saat ini telah balik kembali normal setelah mengalami lonjakan yang luar biasa selama pandemi Covid-19. 

Sebelum pandemi Covid-19, kata dia, belanja online lebih bersifat sukarela. Akan tetapi, pada saat pandemi seakan-akan semua orang dipaksa untuk melakukan belanja online karena berbagai pembatasan yang diberlakukan oleh hampir semua negara.

"Orang-orang diminta diam di rumah sehingga tidak ada jalan lain, yakni harus melakukan belanja online," kata dia.

Baca Juga: Cara Daftar Tokopedia Affiliate dan Syaratnya, Dapat Uang Tambahan

Oleh karena itu, Alphonzus mengatakan kondisi saat ini terlihat seakan-akan belanja online penjualannya menurun secara tajam.

Selain itu, dia memperkirakan penjualan offline, khususnya sektor ritel, pada tahun ini akan terus meningkat lebih dari sebelum pandemi Covid-19 atau setidaknya sama seperti sebelum pandemi Covid-19.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×