kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Perlindungan konsumen dan keamanan jadi prioritas


Jumat, 17 Oktober 2014 / 15:32 WIB
ILUSTRASI. Demon Slayer Season 3 Swordsmith Village Arc Episode 5, Cek Jadwal dan Sinopsis


Reporter: Handoyo | Editor: Johana K.

JAKARTA. Persaingan dagang antar negara diproyeksi akan semakin ketat. Oleh sebab itu dalam tahun-tahun kedepan perlu penekanan dalam dua sektor yakni perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan. 

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan, dengan semakin ketatnya perdagangan di pasar internasional tersebut maka proteksi pasar dalam negeri harus diperkuat. "Negara-negara di dunia semakin aktif pakai anti dumping, anti subsidi dan safeguard," kata Bayu, Jumat (17/10).

Oleh sebab itu, Bayu mengharap perlu adanya lembaga pengamanan yang kedudukannya setara dengan direktur jenderal (Dirjen). Dengan demikian, akses untuk melakukan perlindungan menjadi semakin kuat. 

Bayu sendiri bilang saat ini ada tiga sampai empat unit di bawah Kemendag yang menangani persoalan tersebut. Beberapa lembaga pengamanan yang saat ini sudah berjalan tersebut antara lain Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) dan Komite Anti Dumping Indonesia (KADI).

Bayu sendiri bilang, beberapa negara yang paling akti dalam menerapkan proteksi pengamanan perdagangan adalah India dan Turki.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×