kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Pertamina klaim bisa lakukan efisiensi di sektor hulu dengan software PertafloSIM


Selasa, 16 April 2019 / 12:06 WIB

Pertamina klaim bisa lakukan efisiensi di sektor hulu dengan software PertafloSIM


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina terus melakukan upaya efisiensi di sektor hulu. Salah satu caranya melalui penggunaan software PertafloSIM. Perangkat linak ini mampu penghitung aliran minyak dan gas (migas) dalam pipa sejak dari dasar sumur hingga ke permukaan dan titik serah atau titik jual (sales point).

Direktur Perencanaan, Investasi, dan Manajemen Risiko (PIMR) Pertamina Heru Setiawan menyampaikan, PertafloSIM bisa menghemat biaya dibanding software komersial dengan sistem sewa lisensi yang sebelumnya digunakan Pertamina. Adapun, PertafloSIM ini merupakan hasil inovasi para teknisi perminyakan Pertamina bersama dengan Research Consortium OPPINET Institut Teknologi Bandung (ITB) yang diluncurkan di Jakarta pada Senin (15/4).


“Pertamina saat ini sedang mengembangkan jaringan perpipaan yang luas pada blok-blok terminasi, sehingga software ini sangat mendukung efisiensi di sektor hulu,” kata Heru melalui keterangan tertulisnya, Selasa (15/4).

Heru mengatakan, PertafloSIM telah dipresentasikan kepada SKK Migas dan Direktorat Hulu yang akan menjadi potensi pengguna paling besar mulai dari Upstream Technical Center, Eksploitasi Pertamina EP, Asset-1, Asset-2, Asset-3, Asset-4, dan Asset-5 Pertamina EP, Pertamina Hulu Energi, dan Pertamina Hulu Mahakam.

"Software ini juga sudah diterapkan pada ujicoba di Lapangan Tambun memiliki jaringan lengkap mulai dari dry gas, black oil, dan model multiphase compositional," imbuh Heru.

Ke depan, sambung Heru, PertafloSIM rencananya akan digunakan secara intensif di lingkungan Pertamina. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya efisiensi biaya produksi dan terciptanya potensi perusahaan dalam mengembangkan teknologi sendiri.

Asal tahu saja, PertafloSIM merupakan hasil riset dan kajian yang panjang antara Pertamina dengan ITB yang awalnya dikembangkan di sebuah mesin pemrograman. Kemudian sejak tahun 2016 muncul ide untuk membuat software dalam sebuah Graphical User Interface lengkap berisi modul-modul yang dibutuhkan dan menjadi alat kerja engineer sehari-sehari.

Pada tahun 2016, usulan nama software adalah Pertaflo, dan di awal tahun 2019 disepakati seluruh pihak nama software ini menjadi PertafloSIM. 

“Sejak 18 tahun lalu Pertamina bekerjasama dengan ITB mengembangkan software perhitungan aliran minyak dan gas dalam pipa. Motivasinya bagaimana memecahkan permasalahan-permasalahan di lapangan melalui model matematika dan simulasi,” tandas Heru.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana
Editor: Tendi

Video Pilihan

Tag

Close [X]
×