kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45899,52   0,77   0.09%
  • EMAS1.318.000 -0,68%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pertamina pasrah jika harga BBM tidak naik


Senin, 27 November 2017 / 05:50 WIB
Pertamina pasrah jika harga BBM tidak naik


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Dessy Rosalina

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harapan PT Pertamina (Persero) agar harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar bisa mengikuti formula harga sehingga harga BBM tersebut bisa naik di awal tahun depan harus dikubur dalam-dalam. Sebab pemerintah justru berencana mengubah formula harga BBM.

Apalagi Pertamina justru tidak diikutsertakan dalam penyusunan perubahan formula harga BBM tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Pemasaran Pertamina, Muchamad Iskandar.

"Bukan kami domainnya pemerintah-pemerintah,"ujar Iskandar ke KONTAN pada Minggu (26/11).

Pertamina pun hanya bisa mengikuti keinginan pemerintah dalam menetapkan harga BBM. " Ya itu kan kewenangan Pemerintah," ujar Adiatma Sardjito, VP Corporate Communication Pertamina.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini memang tengah menggodok kembali formula harga BBM. Wakil Menteri ESDM menyebut sejumlah komponen formula harga seperti Mean Oil Platts Singapore (MOPS) hingga biaya distribusi tengah dikaji ulang.

Tujuannya agar harga BBM bisa lebih efisien. Dadan Kusdiana, Kepala Biro Komunikas, Layanan Informasi dan Kerja Sama Kementerian ESDM menegaskan rencana perubahan formula harga BBM bahkan diharapkan bisa membuat harga BBM di tidak mengalami kenaikan.

"Pemerintah inginnya harga tidak naik. Harga BBM kan dipengaruhi oleh harga minyak dunia dan juga kurs. Ini kan dinamis. Pemerintah terus memantau dinamika ini termasuk membahas formula harga agar lebih menggambarkan harga riil-nya,"ungkap Dadan ke KONTAN pada Minggu (26/11).

Keinginan pemerintah ini sebetulnya berlawanan dengan kondisi harga minyak yang bergerak naik sepanjang 2017. Pada Januari 2017, harga minyak bergerak di kisaran US$ 52 per barel.

Sementara itu, mengutip Bloomberg pada Jumat (24/11) pukul 18.09 WIB, harga minyak WTI untuk kontrak pengiriman Januari 2018 sudah berada di level US$ 58,65 per barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
EVolution Seminar Practical Business Acumen

[X]
×