kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Genjot Penjualan Produk Petrokimia


Selasa, 02 April 2024 / 06:50 WIB
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Genjot Penjualan Produk Petrokimia
ILUSTRASI. Pertamina Patra Niaga genjot penjualan produk petrokimia


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Patra Niaga melalui Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) terus menggenjot penjualan produk petrokimia.

Penjualan produk dilakukan melalui penambahan portofolio pelanggan produk methanol dengan pengiriman perdana sebesar 2.625 MT (Metric Ton) kepada perusahaan biodiesel di kawasan industri Dumai (KID).

Pengiriman perdana ini sebagai bagian dari kesepakatan kerja sama dengan pelanggan untuk jangka waktu 1 tahun sampai dengan Maret 2025 dengan nilai kesepakatan sekitar US$ 7 juta atau setara Rp 109 miliar.

Region Manager Corporate Sales Sumbagut Anggoro Wibowo mengatakan, potensi pasar produk kimia atau petrokimia di Indonesia khususnya di Regional Sumbagut relatif besar, penjualan Methanol ini adalah ekspansi produk petrokimia yang diharapkan dapat menjadi salah satu komoditas yang bisa mendongkrak pertumbuhan penjualan Pertamina Patra Niaga.

Baca Juga: Ada yang turun, Ini Daftar Harga BBM Pertamina, Shell, BP, VIVO 1 April 2024

"Kami memproyeksikan penjualan produk Methanol tahun 2024 di wilayah Sumbagut yang meliputi Riau, Kepri, Sumut, Aceh dan Sumbar dapat mencapai 40.000 MT atau setara dengan 40 juta Kg Methanol," kata Anggoro dalam keterangan resminya, Senin (1/4).

Anggoro berharap langkah Pertamina dalam ekspansi di produk Petrokimia khususnya Produk Methanol ini dapat memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kehandalan suplai Methanol khususnya di pasar domestik.

Lebih lanjut, penjualan Metanol kepada produsen biodiesel ini adalah bentuk sinergi dengan pelaku industri minyak sawit dalam memberikan dukungan terhadap ketahanan energi nasional.

Sekadar informasi, metanol adalah salah satu bahan campuran utama dalam produksi biodiesel (Fatty Acid Methyl Ester atau FAME). FAME inilah yang kemudian dicampur dengan Produk Solar untuk dijadikan produk Biosolar. Saat ini kebiijakan pemerintah untuk pemanfaatan biodiesel dalam campuran solar adalah 35% atau biasa kita ketahui sebagai Biosolar 35 (B35).

Executive General Manager Regional Sumbagut Freddy Anwar menyampaikan, PT Pertamina Patra Niaga memiliki aspirasi rencana jangka panjang sebagai Solusi Bagi Energi dan Dekarbonisasi menuju Transisi Energi.

Freddy menjelaskan bahwa salah satu pilar untuk mencapai rencana perusahaan di atas di antaranya perlu menjadi pemimpin pasar trading Petrokimia di Regional. Seperti yang dipahami, ke depannya penggunaan energi akan bergeser ke arah energi yang lebih ramah lingkungan.

"Pertamina Patra Niaga telah memulai untuk terus mengembangkan pasar produk petrokimia yang diharapkan dapat menjadi engine baru dari pertumbuhan perusahaan," ujar Freddy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×