Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Sanny Cicilia
KONTAN.CO.ID - MAUMERE. PT Pertamina (Persero) melaksanakan groundbreaking proyek pembangunan pengembangan Terminal Bahan Bakar Minyak di Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (30/7).
Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur PT Pertamina, Gandhi Sriwidodo mengatakan, pembangunan tangki baru nantinya mampu menambah kapasitas 70,000 kilo liter (KL).
"Sebelumnya, kapasitas TBBM Maumere 20.000 KL, nanti jadi 90.000 KL," katanya dalam acara Groundbreaking Terminal BBM Maumere, Senin (30/7).
Kapasitas 70,000 KL ini terdiri dari kapasitas Gasoil sebesar 2x15.000 KL, kapasitas Gasoline 88 sebesar 2x15.000 KL, kapasitas Gasoline 92 sebesar 1x5.000 KL, dan Fame dengan kapasitas 1x5.000 KL.
Sekarang ini dengan kapasitas 20.000 KL, TBBM Maumere mampu menyediakan stok BBM untuk memenuhi kebutuhan dari 3 hari sampai 4 hari. "Nanti kalau kapasitas 90.000 KL, TBBM Maumere mampu bertahan dari 8 hari sampai 10 hari," katanya.
Sebelumnya, Terminal BBM Maumere yang berkapasitas 20.000 KL digunakan untuk menyalurkan BBM ke wilayah Kabupaten Sikka dan sekitarnya.
Dengan proyek pengembangan Terminal BBM Maumere ini nantinya akan meningkatkan kapasitas tangki timbun BBM yang menjadi 90.000 KL. TBBM ini berperan sebagai point supply utama di wilayah Nusa Tenggara Timur.
"Wilayah seperti Bima, Waingapu, Reo, Kalabahi, Atapupu, Larantuka hingga ke Kupang akan menerima BBM dari Terminal BBM Maumere ini, dan mengurangi biaya distribusi sebesar 20%," ujar Gandhi.
Ia menambahkan, pemilihan Terminal BBM Maumere sebagai point supply utama karena pertimbangan lokasi Maumere yang strategis sebagai pusat atau center of gravity wilayah Nusa Tenggara Timur.
Selain itu, kondisi perairan yang dalam juga memungkikan Pertamina membangun dermaga kapal tanker berukuran besar yang dapat disandari kapal dengan ukuran hingga 50,000 DWT. "Saat ini kapasitas dermaga TBBM Maumere 6,500 DWT," ujarnya.
Proyek Pengembangan Terminal BBM Maumere ini direncanakan rampung pada 2020 mendatang. Usai rampung dalam pembangunan ini, diharapkan Kabupaten Sikka akan memiliki peran strategis di antara wilayah Propinsi NTT lainnya lantaran BBM yang ada di propinsi NTT akan disuplai dari Terminal BBM Maumere.
Dalam pembangunan ini, Pertamina mengalokasikan dana Rp 449,5 miliar.
Ia juga berharap proyek pengembangan terminal BBM Maumere ini juga akan memiliki dampak yang positif bagi perkembangan perekonomian Kabupaten Sikka ke depan. Hal ini sejalan dengan program nasional pemerintah khususnya pemerataan pembangunan infrastruktur khusunya di wilayah timur Indonesia.
Sementara itu, Operation Head Terminal BBM Maumere, Hardjito mengatakan selama ini Terminal BBM di NTT ini disuplai dari Terminal BBM Kupang, sayangnya, ada keterbatasan sarana dan kapasitas di TBBM Kupang, dan tidak dapat dikembangkan.
Seletah beberapa pertimbangan, Hardjito menjelaskan TBBM Maumere diputuskan untuk dikembangkan karena beberapa alasan wilayah yang strategis. "Kami ada tanah seluas 3,2 hektare, yang sudah terbangun sekarang 2,7 hektare," katanya.
Ia menyatakan, kebutuhan rata-rata wilayah Maumere sendiri 300 KL solar, 150 KL premium, Pertamax sabanyak 10 KL, Pertalite 65 KL, minyak tanah 65 KL per hari. "Permintaan solar masih mendominasi lantaran ada beberapa industri," ungkapnya.
Harga tetap mengikuti dari pusat, akan tetapi yang membedakan jarak distribusinya. "Semakin jauh jarak distribusinya, semakin mahal harga ecerannya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













