kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Pertamina terima subsidi solar Rp 2.000 per liter


Rabu, 06 Juni 2018 / 19:35 WIB
ILUSTRASI. Pengendara Mengisi Bahan Bakar Minyak di SPBU Pertamina


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah telah memutuskan untuk memberikan tambahan subsidi solar dari Rp 500 per liter menjadi Rp 2.000 per liter. PT Pertamina (Persero) pun tampak pasrah menerima tambahan subsidi tersebut.

VP Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito tidak menjelaskan penambahan subsidi tersebut cukup atau tidak untuk menambal selisih harga bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini ditanggung Pertamina. Dia hanya menyebut penambahan subsidi solar tersebut termasuk bagian dari penugasan Pertamina.

"Ini bukan bicara cukup tidak cukup. Pertamina jalankan penugasan pemerintah, apalagi kami ikutin kebijakan pemerintah. Kami ikutin pemerintah saja, apa yang diputuskan ini tidak semata-mata bisnis, ini penugasan,"kata Adiatma ke Kontan.co.id pada Rabu (6/6).

Apalagi menurutnya Pertamina merupakan bagian dari pemerintah. Sehingga Pertamina perlu menunaikan penugasan pemerintah.

"Fungsinya Pertamina melakukan penugasan. Tidak bisa lihat dari satu sisi (bisnis). Pertamina dibentuk untuk melaksankan penugasan,"imbuhnya.

Makanya Adiatma bilang penambahan subsidi solar tersebut sudah diperhitungkan pemerintah dengan matang. Pertamina pun akan menerima keputusan tersebut.

"Pemerintah punya perhitungan, perhitungan pemerintah. Contoh gampang penerimaan pemerintah meningkat karena harga minyak naik, tapi tidak tahu berapa naiknya, namun Pemerintah kan lebih luas perhitungannya karena mengkonsolidasikan semua, tidak hanya harga minyak dan politik. Jadi kami ikuti saja pemerintah,"jelas Adiatma.

Lebih lanjut Aditma juga bilang pemerintah juga telah memeprhitungkan agar Pertamina tetap memperoleh laba. Maklum saja, sebagai BUMN, Pertamina diharuskan memperoleh laba usaha.

"Itu sudah jadi concern pemerintah, sudah jadi pembahasan,"pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×