kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Perusahaan Makanan Harus Komitmen Beli Kakao Indonesia


Jumat, 14 Mei 2010 / 10:06 WIB
Perusahaan Makanan Harus Komitmen Beli Kakao Indonesia


Reporter: Amailia Putri Hasniawati |

JAKARTA. Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (PPHP) Kementerian Zaenal Bachruddin mendesak perusahaan makanan yang menjadi mitra lembaga sertifikasi berkomitmen membeli kakao asal Indonesia.

"Jadi, ketika petani panen, sudah ada yang siap menampung kakao mereka," kata Zaenal.

Walaupun ada kemungkinan petani kakao akan kesulitan memenuhi persyaratan sertifikasi, toh anggota Gabungan Petani Perkebunan Indonesia (Gapperindo) Sandra Harris menyambut baik rencana sertifikasi ini.

Menurut Harris, petani Indonesia sudah memenuhi separuh dari kriteria yang ditetapkan. Cuma, ia bilang, petani masih kesulitan biaya.

Bersama UTZ Certified, Rainforest Alliance, dan Pusat Penelitian Kakao dan Kopi Indonesia, pemerintah membentuk forum sertifikasi nasional untuk kakao alias National Refence Group on Cocoa untuk menelurkan kriteria sertifikasi kakao.

Catatan saja, UTZ Certified adalah perusahaan sertifikasi internasional yang menerbitkan sertifikasi untuk teh, kopi, kakao dan CPO. Khusus kakao, mereka bermitra dengan sejumlah produsen makanan dunia, seperti Nestle SA, Kraft, Cargill Cocoa & Chocolate termasuk Mars, induk usaha PT Mars Sybioscience Indonesia. Adapun Rainforest Alliance adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) penggiat perlindungan hutan dan keanekaragaman hayati.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×