kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Perusahaan Makanan Harus Komitmen Beli Kakao Indonesia


Jumat, 14 Mei 2010 / 10:06 WIB
Perusahaan Makanan Harus Komitmen Beli Kakao Indonesia


Reporter: Amailia Putri Hasniawati |

JAKARTA. Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (PPHP) Kementerian Zaenal Bachruddin mendesak perusahaan makanan yang menjadi mitra lembaga sertifikasi berkomitmen membeli kakao asal Indonesia.

"Jadi, ketika petani panen, sudah ada yang siap menampung kakao mereka," kata Zaenal.

Walaupun ada kemungkinan petani kakao akan kesulitan memenuhi persyaratan sertifikasi, toh anggota Gabungan Petani Perkebunan Indonesia (Gapperindo) Sandra Harris menyambut baik rencana sertifikasi ini.

Menurut Harris, petani Indonesia sudah memenuhi separuh dari kriteria yang ditetapkan. Cuma, ia bilang, petani masih kesulitan biaya.

Bersama UTZ Certified, Rainforest Alliance, dan Pusat Penelitian Kakao dan Kopi Indonesia, pemerintah membentuk forum sertifikasi nasional untuk kakao alias National Refence Group on Cocoa untuk menelurkan kriteria sertifikasi kakao.

Catatan saja, UTZ Certified adalah perusahaan sertifikasi internasional yang menerbitkan sertifikasi untuk teh, kopi, kakao dan CPO. Khusus kakao, mereka bermitra dengan sejumlah produsen makanan dunia, seperti Nestle SA, Kraft, Cargill Cocoa & Chocolate termasuk Mars, induk usaha PT Mars Sybioscience Indonesia. Adapun Rainforest Alliance adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) penggiat perlindungan hutan dan keanekaragaman hayati.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×