CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.566   37,00   0,21%
  • IDX 6.589   -88,86   -1,33%
  • KOMPAS100 866   -10,49   -1,20%
  • LQ45 656   -8,27   -1,25%
  • ISSI 230   -3,63   -1,55%
  • IDX30 365   -4,62   -1,25%
  • IDXHIDIV20 452   -4,51   -0,99%
  • IDX80 99   -1,12   -1,12%
  • IDXV30 126   -0,86   -0,68%
  • IDXQ30 117   -1,27   -1,08%

PHRI: Sampai akhir 2020, industri hotel masih sulit penuhi target okupansi


Minggu, 21 Juni 2020 / 15:56 WIB
ILUSTRASI. Pelonggaran PSBB tidak otomatis menghidupkan permintaan kamar hotel serta minat masyarakat untuk kembali berwisata.


Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wakil Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Rainier H Daulay mengatakan pihaknya belum bisa menjamin pelonggaran PSBB dalam masa transisi new normal otomatis menghidupkan permintaan kamar hotel serta minat masyarakat untuk kembali berwisata.

Pendiri sekaligus pemilik Rhadana Group ini mengatakan setidaknya sampai akhir tahun 2020, industri perhotelan masih akan kesulitan memenuhi target tingkat okupansi kamar hotel.

"Kami tentu menyambut baik pelonggaran PSBB dan pembukaan daerah wisata secara bertahap. Dengan tujuan menjaga keselamatan, tentu memerlukan protokol kesehatan yang ketat. Namun, mungkin ini masih akan menjadi keengganan masyarakat untuk bepergian. Tentu hal tersebut bisa dipahami," kata Rainier kepada Kontan.co.id, Minggu (21/6).

Baca Juga: Danau Toba dibuka untuk kunjungan turis asing di akhir 2020

Dia menambahkan, sebelum pandemi, industri perhotelan di kawasan wisata sudah mulai berat karena persaingan yang ketat. Pandemi Covid-19, membuat arena bertahan semakin sempit karena sebagian besar usaha perhotelan, baik yang sudah besar maupun pemula, terpaksa menutup sementara atau permanen usahanya.

Tak hanya itu, bagi hotel yang masih membuka operasionalnya pun tetap mengeluarkan biaya walau jumlah tamu yang berkurang. Pengusaha juga perlu menambahkan biaya-biaya yang berhubungan dengan kesehatan. Mulai dari pengadaan APD bagi karyawan, skema pemeriksaan suhu tubuh bagi pengunjung dan karyawan, hingga menyediakan masker dan hand sanitizer.

"Kebutuhan tersebut tentu bisa menambah ongkos operasional. Mau tidak mau, harga kamar seharusnya naik dari sebelumnya," lanjut dia.

Baca Juga: Efek Korona, Pendapatan Daerah Terdampak Parah




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×