kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

PLN Tandatangani Kontrak Listrik PLTU Lombok Timur


Sabtu, 20 Juli 2013 / 07:15 WIB
ILUSTRASI. Seorang petugas kebersihan melintasi layar digital pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (28/7/2021). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp.


Reporter: Agustinus Beo Da Costa | Editor: Herlina Kartika Dewi

JAKARTA. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah menandatangani perjanjian jual beli tenaga listrik alias Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT Lombok Energy Dynamics untuk listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Lombok Timur berkapasitas 2x25 Mega Watt (MW).

Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto bilang, PLN dan Lombok Energy Dynamics telah menyepakati harga jual beli listrik US$ 0,9179 per kwh. "Harga tersebut diberlakukan saat operasi komersial, yang ditargetkan bergulir 31 bulan sejak penandatanganan PPA atau sekitar Februari 2016," tutur dia, Jumat (19/7).

Dengan pengoperasian PLTU itu, PLN berharap bisa menekan biaya pokok penyediaan listrik di Lombok yang kini mencapai Rp 3.435/kwh. Bambang menambahkan, beroperasinya PLTU Lombok Timur bisa menghemat biaya penyediaan listrik hingga
Rp 890 miliar per tahun.

Direktur Utama PT Lombok Energy Dynamics Banu Pradipto berjanji, perusahaan akan menyelesaikan pembangunan PLTU dengan tepat waktu. "Konstruksi PLTU akan selesai 22 bulan sejak financial date," katanya.

Direktur Utama PLN Nur Pamudji menuturkan, Lombok Energy Dynamics berhasil  menyiapkan pembangunan PLTU dalam waktu 263 hari. Lebih cepat dari batas waktu yang dipatok untuk menyiapkan pembangunan 321 hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×