kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

PLN Ungkap Penyebab Blackout Sumatra, Gangguan Sistem Listrik Terjadi di Jambi - Aceh


Sabtu, 23 Mei 2026 / 10:08 WIB
PLN Ungkap Penyebab Blackout Sumatra, Gangguan Sistem Listrik Terjadi di Jambi - Aceh
ILUSTRASI. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (KONTAN/Sabrina Rhamadanty)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PLN (Persero) buka suara mengenai blackout atau pemadaman listrik secara luas yang terjadi di Sumatra. Blackout terjadi sejak Jumat (22/5/2026) malam di Jambi, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Utara dan Aceh.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo membeberkan bahwa gangguan sistem kelistrikan terjadi sejak pukul 18:44 WIB. Sebagai indikasi awal, blackout terjadi akibat gangguan ruas transmisi 275 kilovolt (kV) Muara Bungo - Sungai Rumbai di Provinsi Jambi.

"Indikasi awalnya karena gangguan cuaca, sehingga terjadi gangguan pada sistem tramsisi tersebut dan keluar dari sistem kelistrikan Sumatra. Dampaknya adalah adanya shock terhadap pembangkit-pembangkit kami," ungkap Darmawan dalam konferensi pers yang disiarkan secara virtual, Sabtu (23/5/2026).

Baca Juga: Listrik di Sumatra Padam: PLN Ungkap Biang Kerok Utama!

Gangguan tersebut berdampak domino, yang menyebabkan gangguan sistem kelistrikan di area Sumatra Bagian Selatan, Tengah, dan Utara.

Darmawan memastikan, tidak ada kerusakan fisik pada gardu induk maupun menara transmisi sebagaimana yang terjadi ketika bencana longsor dan banjir Sumatra pada akhir tahun lalu.

Menurut Darmawan, sekitar pukul 02:00 WIB dini hari, PLN sudah memulihkan seluruh sistem gardu induk dan transmisi. "Langkah selanjutnya adalah bagaimana kami bisa menyalakan kembali pembangkit-pembangkit yang karena domino effect tadi padam," imbuh Darmawan.

Fokus PLN saat ini adalah menyalakan pembangkit, menyambungkan kepada sistem transmisi, serta mensinkronisasi. Darmawan bilang, setiap jenis pembangkit memiliki karakteristik yang berbeda. Pembangkit listrik berbasis tenaga air (hydro) dan gas bisa dilakukan dengan lebih cepat, dengan estimasi waktu antara 5 - 15 jam.

Sementara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara memerlukan waktu antara 15 jam - 20 jam untuk bisa sinkron dan beroperasi secara penuh.

"Kami masih membutuhkan waktu. Beberapa PLTU kami ada yang sudah mulai start. Ada PLTU kami yang masih menunggu karena dalam proses persiapan," ujar Darmawan.

Baca Juga: Masa Depan Garuda Maintenance Facility (GMFI) Makin Cerah, Ini Penopangnya

Dia mengatakan, PLN dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkomitmen untuk melakukan evaluasi secara komprehensif untuk memperkuat sistem kelistrikan Sumatra agar kejadian seperti ini tidak kembali terulang.

"Kami atas nama PLN mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi di masyarakat karena sistem kelistrikan terutama di Sumatra bagian selatan, tengah dan utara mengalami gangguan," tandas Darmawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU

[X]
×