kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

PPA mengkaji rencana bisnis Merpati


Selasa, 13 November 2012 / 09:51 WIB
ILUSTRASI. Guru membimbing siswa saat mengikuti proses belajar mengajar tatap muka terbatas di SD Negeri Pejaten I di Kramatwatu, Serang, Banten, Senin (23/8/2021). ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/wsj.


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah mengkaji kembali rencana bisnis PT Merpati Nusantara Airlines (MNA). Staf Ahli Bidang Tata Kelola Kementerian BUMN Harry Susetyo Nugroho mengatakan, rencana bisnis Merpati dikaji oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sebelum disampaikan ke Kementerian Keuangan dan DPR. "Review di PPA memang khusus Merpati saja. Itu permintaan dari Kementerian Keuangan," ujar Harry, Selasa (13/11) pagi.

Direksi Merpati telah mengajukan rencana bisnis baru ke Kementerian BUMN. Rencana bisnis ini berisi solusi untuk mengatasi kerugian yang dialami maskapai penerbangan nasional tersebut. Pengajuan rencana bisnis ini menjadi persyaratan untuk memperoleh penyertaan modal negara sebesar Rp 200 miliar.

Sebelumnya Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan sudah menjadi ciri khas Merpati, setiap ada pergantian direksi selalu ada perubahan rencana bisnis perusahaan. Direksi baru biasanya selalu menyodorkan program baru untuk penyehatan BUMN penerbangan tersebut.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku pasrah bila Merpati tak memperoleh penyertaan modal negara. "Tidak cair juga tidak apa-apa," katanya kemarin.

Kondisi keuangan Merpati masih berdarah-darah. Direktur Utama Merpati Rudy Setiopurnomo mengungkapkan, kerugian mencapai Rp 3 miliar per hari. Salah satu penyebabnya karena Merpati menggunakan pesawat yang boros bahan bakar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×