Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) meraih marketing sales atawa prapenjualan sebesar Rp 2,61 triliun pada periode sembilan bulan pertama tahun 2026.
Asal tahu saja, realisasi tersebut mencapai 125,91% dari target awal prapenjualan DMAS di 2026 yang hanya Rp 2,08 triliun.
Dengan target yang sudah terlampaui, DMAS merevisi target prapenjualan untuk tahun ini menjadi Rp 2,95 triliun. Dengan target anyar tersebut, maka raihan prapenjualan di September 2026 sudah mencapai 88,57% dari target.
Baca Juga: Program 3 Juta Rumah Prabowo-Gibran Terkendala Lahan, Ini Upaya Kementerian PKP
Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS Tondy Suwanto mengatakan, penjualan lahan industri masih menjadi tulang punggung utama dalam pencapaian pra-penjualan tersebut.
Pada periode sembilan bulan pertama tahun 2026, penjualan lahan industri DMAS dikontribusikan oleh segmen data center.
“Seiring dengan adanya lonjakan kebutuhan teknologi kecerdasan buatan (AI), dan memperhatikan kesiapan DMAS dalam menyediakan infrastruktur terbaik maupun fasilitas premium bagi para pemain data center kelas dunia, kami percaya permintaan lahan untuk data center masih terbuka lebar,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (19/10/2026).
Pada kuartal III-2026, DMAS telah meluncurkan klaster hunian terbaru yang bernama Klaster Meliora Kota Deltamas.
Klaster hunian 2 lantai ini dirancang menggunakan gaya arsitektur modern kontemporer yang efisien, menargetkan para pekerja profesional serta keluarga muda.
Tondy menegaskan, pihaknya optimistis untuk meraih target baru pra-penjualan tahun 2026 sebesar Rp 2,95 triliun. Raihan itu ditargetkan berasal dari penjualan sektor industri serta didukung pula oleh penjualan produk hunian dan produk komersial.
“Perseroan berkomitmen untuk tetap mengupayakan layanan terbaik bagi konsumennya dan mengembangkan kawasan industri, hunian, dan komersialnya untuk mewujudkan misi jangka panjang dalam mengembangkan Kota Deltamas, serta untuk terus meningkatkan nilai tambah bagi semua pemangku kepentingan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














