kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.923   27,00   0,16%
  • IDX 7.164   -138,03   -1,89%
  • KOMPAS100 989   -24,52   -2,42%
  • LQ45 732   -14,72   -1,97%
  • ISSI 252   -6,20   -2,41%
  • IDX30 398   -8,38   -2,06%
  • IDXHIDIV20 499   -11,65   -2,28%
  • IDX80 112   -2,43   -2,13%
  • IDXV30 136   -1,81   -1,31%
  • IDXQ30 130   -3,03   -2,28%

Produksi Batubara Akan Digenjot, Pemerintah Siapkan Revisi RKAB


Kamis, 19 Maret 2026 / 19:44 WIB
Diperbarui Kamis, 19 Maret 2026 / 20:01 WIB
Produksi Batubara Akan Digenjot, Pemerintah Siapkan Revisi RKAB
ILUSTRASI. Batubara China (via REUTERS/Stringer)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah berencana meningkatkan produksi batubara sebagai respons terhadap kenaikan harga energi global serta dampak lanjutan dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan langkah tersebut dilakukan melalui perbaikan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan tambang. 

Arahan tersebut merupakan hasil rapat bersama Presiden Prabowo Subianto menindaklanjuti dampak dari perang Amerika Serikat dengan Iran. 

Baca Juga: Hemat BBM, Pemerintah Terapkan WFH Satu Hari Dalam Lima Hari Bagi ASN & Swasta

“Volume produksi batubara akan ditingkatkan, artinya akan ada perbaikan terkait RKAB,” ujar Airlangga di Istana Kepresidenan, Kamis (19/3/2026). 

Selain meningkatkan produksi, pemerintah juga tengah mengkaji kebijakan lanjutan terkait sektor batubara, termasuk potensi penyesuaian pajak ekspor guna meningkatkan penerimaan negara.

Langkah ini diharapkan dapat memberikan tambahan ruang fiskal, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah volatilitas harga energi. 

"Sehingga nanti batubara besarannya (pajak) nanti dikaji oleh tim, di mana harapannya pendapatan pemerintah juga naik," jelas Airlangga. 

Selain itu, Presiden juga meminta ada konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) seiring dengan meningkatnya harga minyak dunia. 

"Bapak Presiden mengarahkan agar ini segera direalisasikan dan dihitung untuk dikonversikan menjadi pembangkit listrik tenaga solar, Danantara diberi tugas untuk menyelesaikan masalah-masalah yang PLTD tersebut," ujar Airlangga. 

Baca Juga: NU Minta Pemerintah Penetapan 1 Syawal Harus Ikuti MABIMS

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×