kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.067   10,00   0,06%
  • IDX 4.997   -188,50   -3,64%
  • KOMPAS100 631   -26,97   -4,10%
  • LQ45 488   -20,09   -3,95%
  • ISSI 172   -7,03   -3,92%
  • IDX30 273   -10,40   -3,67%
  • IDXHIDIV20 357   -9,37   -2,56%
  • IDX80 72   -3,02   -4,00%
  • IDXV30 101   -1,50   -1,47%
  • IDXQ30 90   -3,25   -3,49%

Produksi Panas Bumi Pertamina Geothermal (PGEO) Tembus 4.114 GWh per September 2026


Selasa, 20 Oktober 2026 / 07:09 WIB
Produksi Panas Bumi Pertamina Geothermal (PGEO) Tembus 4.114 GWh per September 2026
ILUSTRASI. Pertamina Geothermal Energy (PGEO) mencatatkan rekor tertinggi (all time high) produksi listrik panas bumi sebesar 4.114 gigawatt hour (GWh) (Dok/PT Pertamina Geothermal Energy Tbk)


Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatatkan produksi listrik panas bumi sebesar 4.114 gigawatt hour (GWh) dari wilayah kerja yang dioperasikan sendiri sepanjang Januari–September 2026.

Realisasi tersebut merupakan rekor tertinggi (all time high) karena sudah mencapai 108,22% dari target periode yang sama sebesar 3.801 GWh. Produksi ini juga meningkat 9,8% dibandingkan periode Januari–September 2025 yang sebesar 3.747 GWh.

Direktur Utama PGEO Ahmad Yani mengatakan, capaian tersebut menjadi pijakan bagi perusahaan untuk melanjutkan pertumbuhan bisnis dengan tetap mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik, transparansi, dan kepatuhan terhadap regulasi.

Baca Juga: Green Power (LABA) & Oscar Investama Dirikan GOIN, Bidik Bisnis Sewa Baterai Truk EV

“Rekor produksi ini menjadi pijakan yang kuat bagi kami. Kami optimistis dapat terus tumbuh secara disiplin, sehingga keunggulan operasional PGE memberi manfaat bagi pemegang saham, masyarakat, dan ketahanan energi Indonesia,” kata Ahmad Yani dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).

Ia mengungkap, memasuki kuartal IV-2026, PGEO akan berfokus menjaga keandalan pembangkit untuk mendukung target produksi tahunan sekitar 5.255 GWh.

“Melalui pengelolaan aset yang optimal dan pengembangan proyek strategis, perusahaan terus memperkuat perannya dalam mendukung transisi energi Indonesia,” ujarnya.

Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho menambahkan, pencapaian pertumbuhan produksi tersebut ditopang oleh disiplin operasi dan pemeliharaan pembangkit, optimalisasi produksi, serta kesiapan pasokan uap di berbagai wilayah kerja.

Ia bilang, capaian ini merupakan wujud nyata komitmen kami menjaga keandalan listrik panas bumi. Hasil ini buah dari disiplin mengelola reservoir, kesiapan pembangkit, dan eksekusi pemeliharaan yang semakin efisien.

"Dengan begitu, kami terus menghadirkan pasokan listrik yang stabil dan berkelanjutan untuk menunjang ketahanan energi nasional,” katanya.

Andi menjelaskan, keandalan operasional PGE tercermin dari Equivalent Availability Factor (EAF) kumulatif hingga September 2026 yang mencapai 98,51%, melampaui rencana sebesar 92,20%.

 

Sementara, Equivalent Forced Outage Rate (EFOR) tercatat 0,21%, lebih rendah dibandingkan batas rencana sebesar 1,48%.

Dari lima area operasi, Kamojang mencatatkan, produksi terbesar, yakni 1.438 GWh atau 118,77% dari target. Wilayah kerja ini berkontribusi sekitar 35% terhadap total produksi listrik PGE.

Lumut Balai menyusul dengan produksi 702 GWh atau 115,84% dari target. Capaian tersebut didukung tingginya permintaan listrik serta kesiapan pasokan uap dan pembangkit. 

Adapun, Lahendong menghasilkan 658 GWh atau 106,44% dari target, seiring tingginya penyerapan listrik dari unit pembangkit yang beroperasi.

Untuk memperkuat pertumbuhan bisnis, PGEO melanjutkan strategi melalui optimalisasi aset eksisting, ekspansi kapasitas, dan pengembangan sumber pendapatan baru.

Sejumlah proyek yang tengah dikembangkan meliputi Lumut Balai Unit 3 dan 4, Hululais Unit 1 dan 2, serta Lahendong Unit 7 dan 8. PGEO menargetkan kapasitas terpasang mencapai 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2034.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×