kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Promotor: Konser Lady Gaga belum batal


Jumat, 25 Mei 2012 / 12:40 WIB
Promotor: Konser Lady Gaga belum batal
ILUSTRASI. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Pernyataan Troy Carter, salah satu manajer The Born This Way Ball Tour, Kamis (24/5) lalu di Singapura sontak membuat heboh penggemar Lady Gaga di Indonesia. Betapa tidak, dalam kesempatan itu Carter mengatakan, bahwa Gaga memilih membatalkan konser-konsernya mendatang ketimbang memenuhi tuntutan sensor dan pihak-pihak yang menentangnya.

Akan tetapi, hal itu dibantah oleh Arif Ramadhoni, yang mewakili Big Daddy Entertainment, promotor yang akan mendatangkan Lady Gaga ke Indonesia. "Kalau cancel atau tidak, itu tidak ada. Tidak ada pernyataan seperti itu dari manajemen Gaga," kilah Arif, dalam jumpa pers di Cilandak Town Square, Jakarta, Jumat (25/5/2012).

Arif menjelaskan, Carter ketika itu tengah berada dalam acara Music Matters 2012, di mana para pengamat musik di Singapura berkumpul. Dalam kesempatan itu ia hanya berucap, jika terus tak mendapat izin, konser Gaga akan dibatalkan. "Terkait pernyataan tersebut, dia hanya memberi gambaran bahwa kreativitas bermusik tidak bisa dibatasi," kata Arif.

Arif juga menuturkan bahwa, sampai saat ini pihak Big Daddy Entertainment masih melakukan upaya agar mendapat izin konser Gaga yang dijadwalkan digelar 3 Juni 2012 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Pihak promotor tersebut mengaku terus berkomunikasi dengan pihak Gaga berkaitan dengan berita yang selama ini berkembang di Indonesia. "Pihak Big Daddy ada yang di Singapura, terus berkomunikasi terkait dinamika pemberitaan di Indonesia. Masih bagus respons dari sana, kooperatif," terangnya. (Ichsan Suhendra/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×