kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Prospek e-commerce Indonesia menggiurkan


Selasa, 07 November 2017 / 21:02 WIB
Prospek e-commerce Indonesia menggiurkan


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data WeAreSocial Digital 2017 Global Overview memperlihatkan penetrasi mobile broadband di Indonesia sebesar 65%. Bahkan 41% dari seluruh masyarakat Indonesia telah berbelanja secara online pada 2016, 33% menggunakan m-commerce. Sedangkan terdapat pertumbuhan 155% secara year on year (yoy) pertumbuhan pembeli mobile-commerce.

Donald Wihardja, Wakil Ketua Amvesindo & Partner of Convergence dalam Journalist Class: Startups Outlook 2018 and Fintech, Selasa (7/11) di Jakarta mengatakan, Indonesia memimpin metrik pertumbuhan utama jika dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. Hal ini tecermin dari data eMarketer Worldwide Retail Ecommerce 2017. Pertumbuhan pembeli digital diproyeksikan menjadi 18,8% di tahun 2018. Hal ini mengantarkan Indonesia dengan pertumbuhan penetrasi tercepat di dunia.

"Walaupun secara total relatif kecil di sektor tertentu, kontribusi e-commerce sangat besar di sektor lain seperti ridesharing," ungkap Donald. Berdasarkan data pada 2016, pasar taxi Indonesia sudah dikuasai oleh pelaku startup bidang ridesharing seperti Go-Jek dan Grab sebesar 60%.

Sedangkan pada 2016, pasar online travel Indonesia menguasai pasar sebesar 39%. "Menurut Google terdapat US$ 3,3 miliar transaksi industri travel di online. Sedangkan total industri travel hanya US$ 8,4 miliar. Itu tahun 2015. Pada 2017 saya dengar Citilink, 90% sudah online," ungkap Donald.

Donald juga memprediksi saat ini market share online fesyen Indonesia mencapai 12% di mana nilai transaksi fesyen di e-commerce mencapai US$ 1,7 miliar dengan total transaksi industri fesyen sebesar US$ 14,1 miliar di 2015.

Hal ini mengantarkan bahwa startup Indonesia selama ini di dominasi oleh e-commerce. Begitu pun di bidang investasi di mana tiga unicorn Indonesia bergerak di bidang e-commerce, yakni Go-Jek yang berhasil mendapatkan investasi pada Juni 2017 sebesar 1,2 miliar. Tokopedia pada Juli 2017 sebesar US$ 1,1 miliar. Sedangkan Traveloka mendapatkan investasi US$ 450 juta pada Juli 2017.

Selain tiga unicorn ini, SateStcok juga telah mendapat pendanaan sebesar US$ 27 juta pada Juni 2017. ""Berdasarkan data Google, sejak 2014 hingga saat ini sudah terdapat US$ 5 miliar masuk ke Indonesia. Namun US$ 3 miliarnya masuk tahun ini," tutup Donald.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×