kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Prospek e-commerce Indonesia menggiurkan


Selasa, 07 November 2017 / 21:02 WIB


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data WeAreSocial Digital 2017 Global Overview memperlihatkan penetrasi mobile broadband di Indonesia sebesar 65%. Bahkan 41% dari seluruh masyarakat Indonesia telah berbelanja secara online pada 2016, 33% menggunakan m-commerce. Sedangkan terdapat pertumbuhan 155% secara year on year (yoy) pertumbuhan pembeli mobile-commerce.

Donald Wihardja, Wakil Ketua Amvesindo & Partner of Convergence dalam Journalist Class: Startups Outlook 2018 and Fintech, Selasa (7/11) di Jakarta mengatakan, Indonesia memimpin metrik pertumbuhan utama jika dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. Hal ini tecermin dari data eMarketer Worldwide Retail Ecommerce 2017. Pertumbuhan pembeli digital diproyeksikan menjadi 18,8% di tahun 2018. Hal ini mengantarkan Indonesia dengan pertumbuhan penetrasi tercepat di dunia.

"Walaupun secara total relatif kecil di sektor tertentu, kontribusi e-commerce sangat besar di sektor lain seperti ridesharing," ungkap Donald. Berdasarkan data pada 2016, pasar taxi Indonesia sudah dikuasai oleh pelaku startup bidang ridesharing seperti Go-Jek dan Grab sebesar 60%.

Sedangkan pada 2016, pasar online travel Indonesia menguasai pasar sebesar 39%. "Menurut Google terdapat US$ 3,3 miliar transaksi industri travel di online. Sedangkan total industri travel hanya US$ 8,4 miliar. Itu tahun 2015. Pada 2017 saya dengar Citilink, 90% sudah online," ungkap Donald.

Donald juga memprediksi saat ini market share online fesyen Indonesia mencapai 12% di mana nilai transaksi fesyen di e-commerce mencapai US$ 1,7 miliar dengan total transaksi industri fesyen sebesar US$ 14,1 miliar di 2015.

Hal ini mengantarkan bahwa startup Indonesia selama ini di dominasi oleh e-commerce. Begitu pun di bidang investasi di mana tiga unicorn Indonesia bergerak di bidang e-commerce, yakni Go-Jek yang berhasil mendapatkan investasi pada Juni 2017 sebesar 1,2 miliar. Tokopedia pada Juli 2017 sebesar US$ 1,1 miliar. Sedangkan Traveloka mendapatkan investasi US$ 450 juta pada Juli 2017.

Selain tiga unicorn ini, SateStcok juga telah mendapat pendanaan sebesar US$ 27 juta pada Juni 2017. ""Berdasarkan data Google, sejak 2014 hingga saat ini sudah terdapat US$ 5 miliar masuk ke Indonesia. Namun US$ 3 miliarnya masuk tahun ini," tutup Donald.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×