kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

PTBA : Kapal jumbo kini bisa sandar di Tarahan


Selasa, 03 Maret 2015 / 15:57 WIB
ILUSTRASI. Pesawat Citilink rute Bandara Soekarno-Hatta (CGK)-Yogyakarta International Airport (YIA) Tribun Jogja/Hasan Sakri Gozali


Reporter: Azis Husaini | Editor: Azis Husaini

JAKARTA. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) siap mengoperasikan satu lagi Pelabuhan di Tarahan, Kota Bandar Lampung dengan kemampuan sandar kapal lebih jumbo. Sebelumnya, PTBA hanya memiliki pelabuhan dengan daya angkut batubara berkapasitas mungil alias hanya 80.000-100.000 dead weight tonnage (dwt).

Sekretaris Perusahaan PTBA Joko Pramono menyatakan, Indonesia kerap kalah bersaing dengan produsen dari Australia karena mereka memiliki pelabuhan yang mampu disinggahi kapal berkapasitas 200.000-210.000 dwt alias bobot mati kapal. "Semester I-2015 ini kami akan mulai operasikan pelabuhan di Tarahan berkapasitas 200.000-210.000 dwt," ungkap dia, ke KONTAN, akhir pekan lalu.

Dia menyatakan, jika menggunakan kapal lebih besar maka ongkos transportasi akan lebih murah otomatis harga batubara bisa lebih premium.Selain itu keuntungannya adalah, dengan memiliki pelabuhan besar, maka banyak pembeli dari Eropa akan berdatangan. "Sekarang kami hanya sebatas dari Asia. paling jauh Jepang dan Taiwan menjual batubara," ujar dia. Asal tahu saja, saat ini tata niaga batubara masih memakai sistem Free On Board (FoB).

Selain itu, Joko bilang, pada akhir semester I-2015, pihaknya juga akan mengoperasikan daouble track kereta api batubara dari Prabumulih sampai ke Tanjung Enim dengan kemampuan angkut 19 juta ton. Tahun ini, PTBA berencana memproduksi batubara sebesar 23,7 juta ton dengan penjualan sebesar 24 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×