Reporter: Gentur Putro Jati | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
JAKARTA. PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) berkomitmen memasok tiga juta ton batubara per tahun untuk kebutuhan proyek pembangkit listrik 10.000 MW.
Presiden Direktur PTBA Sukrisno menyebut, pasokan sebanyak itu tentunya akan diambilkan dari produksi batubara perusahaan tahun 2009 yang ditargetkan sebanyak 12,7 juta ton.
"Namun, kami masih menegosiasikan harga dan jadwal pemenuhan pasokannya dengan PT PLN (Persero)," ujar Sukrisno, (22/2).
Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar pun mengakui adanya kesepakatan dengan PTBA untuk mengamankan pasokan batubara sebanyak 3 juta ton per tahun. Akan tetapi, menurut Fahmi, kemungkinan pasokan tersebut tidak akan dimulai tahun ini.
"Karena pasokan dari kontrak batubara 10.000 MW dengan vendor lainnya untuk tahun 2009 sudah mencukupi, maka hal tersebut dijadikan cadangan strategis," ujarnya.
Sementara, untuk volume penjualan tahun ini, PTBA akan mengejar target sebanyak 14,5 juta ton atau naik 13% dibanding tahun lalu 12,8 juta ton. Sukrisno menambahkan, dari target penjualan itu, sekitar 65% atau 9,3 juta ton akan dijual ke dalam negeri.
Untuk penjualan ke dalam negeri, mayoritas dijual PTBA ke pembangkit listrik. Yaitu, PLTU Suralaya sebanyak 6,1 juta ton, PLTU Bukit Asam 1,1 juta ton, PLTU Tarahan 600.000 ton, PLTU Tanjung Jati B 180.000 ton, serta pembeli domestik lainnya 1,3 juta ton.
Sementara sisa 5,2 juta ton atau 35% dijual ke luar negeri. "Kami akan meningkatkan volume penjualan terutama di pasar tradisional ekspor ke Jepang dan Malaysia," tambahnya.
Asal tahu saja, dari volume penjualan 2008 lalu, PTBA membukukan pendapatan sebelum diaudit sebanyak Rp 7,2 triliun.
Saat ini, total sumberdaya batubara perseroan sebanyak 7,5 miliar ton. Rinciannya, di tambang Tanjung Enim sebanyak 6,1 miliar ton atau 80,9%, di Ombilin 0,09 miliar ton (1,2%), dan di Cerentu 1,3 miliar ton atau 17,9%. Dari jumlah sebesar itu, cadangan tertambangnya sebanyak 1,8 miliar ton. Rinciannya di Tanjung Enim sebanyak 1,2 miliar ton atau 67,9%, di Ombilin sebanyak 0,02 miliar ton atau 1,3% dan di Cerenti 0,6 miliar ton atau 30,8%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News