kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

PTBA Raih Kredit Rp 6 Triliun dari BRI dan Bank Mandiri, Beri Agunan DHE SDA


Senin, 28 September 2026 / 22:12 WIB
Diperbarui Senin, 28 September 2026 / 22:21 WIB
PTBA Raih Kredit Rp 6 Triliun dari BRI dan Bank Mandiri, Beri Agunan DHE SDA
ILUSTRASI. PT Bukit Asam Tbk (DOK/PTBA)


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mendapat fasilitas pembiayaan modal kerja hingga Rp 6 triliun. Dana ini untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan alias modal kerja.

Fasilitas tersebut berasal dari dua perjanjian kredit, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memberi pinjaman Rp 2 triliun dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 4 triliun. "Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional dan modal kerja PTBA," jelas Corporate Secretary Division Head PTBA Eko Prayitno dalam keterbukaan informasi di BEI pada Senin (28/9/2026). 

Dia menjelaskan Perjanjian Kredit I dengan BRI ditandatangani pada 23 September 2026. Fasilitas tersebut berbentuk Kredit Modal Kerja Rekening Koran Pemanfaatan DHE SDA dengan plafon hingga Rp 2 triliun.

Baca Juga: B50 Butuh 18 Juta Ton CPO, Ekspor Sawit Indonesia Bisa Makin Menyusut

Sebagai jaminan, PTBA memberikan blokir atau agunan berupa rekening penempatan DHE milik perusahaan di BRI.

Selanjutnya, PTBA menandatangani Perjanjian Kredit II dengan Bank Mandiri pada Senin (28/9/2026). Fasilitas tersebut berupa Kredit Talangan Dana DHE SDA dengan plafon hingga Rp 4 triliun.

Untuk fasilitas dari Bank Mandiri, jaminannya berupa blokir atau agunan rekening penempatan DHE milik PTBA di Bank Mandiri.

Pemanfaatan DHE SDA melalui dua bank Himbara tersebut pada awalnya belum seluruhnya masuk kategori transaksi material. Ketika Perjanjian Kredit I dengan BRI ditandatangani pada 23 September 2026, nilai fasilitas kredit belum mencapai 20% dari ekuitas PTBA berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025 maupun 30 Juni 2026.

Namun, setelah PTBA menandatangani Perjanjian Kredit II dengan Bank Mandiri pada 28 September 2026, total plafon pembiayaan secara agregat mencapai Rp 6 triliun.

Nilai tersebut telah melampaui batas 20% dari total ekuitas PTBA sehingga secara agregat dikategorikan sebagai transaksi material dan wajib diumumkan kepada publik sesuai ketentuan POJK No. 17/POJK.04/2020 juncto POJK No. 31/2015.

Di sisi lain, transaksi dengan BRI dan Bank Mandiri juga merupakan transaksi afiliasi. Pasalnya, PTBA, BRI dan Bank Mandiri sama-sama merupakan entitas yang dikendalikan secara langsung maupun tidak langsung oleh Negara Republik Indonesia.

Baca Juga: Pelindo Tambah Dua Container Scanner untuk Perkuat Pengawasan Logistik di Surabaya

Pemanfaatan DHE SDA tersebut mengacu pada ketentuan pemerintah mengenai pengelolaan devisa hasil ekspor sumber daya alam. Berdasarkan PP No. 36 Tahun 2023 yang terakhir diubah melalui PP No. 21 Tahun 2026, eksportir dapat memanfaatkan sebagian DHE SDA untuk tujuan yang telah diatur, termasuk melalui instrumen keuangan.

Ketentuan Bank Indonesia juga memungkinkan eksportir memperoleh fasilitas pembiayaan atau kredit dengan agunan berupa DHE SDA yang ditempatkan pada bank Himbara.

Bagi PTBA, skema tersebut memberikan tambahan fleksibilitas dalam mengelola likuiditas. Fasilitas kredit akan digunakan untuk membiayai kebutuhan modal kerja operasional.

Meski memberikan tambahan ruang likuiditas, fasilitas tersebut tetap menimbulkan kewajiban pembayaran pokok dan bunga bagi PTBA. Manajemen PTBA menyatakan tidak terdapat dampak merugikan secara material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha akibat penutupan perjanjian kredit dan pemblokiran rekening DHE SDA.

Pada Senin (28/9/2026), harga saham PTBA naik 2,91% di level Rp 3.180 per saham. Sementara harga saham BMRI turun 1,47% di Rp 4.020 dan saham BBRI turun 0,32% di Rp 3.140 per saham. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×