kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45725,83   16,46   2.32%
  • EMAS914.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

PTPN XI ekspor perdana daduk sugar cane top (SCT) ke Jepang


Rabu, 19 Februari 2020 / 07:13 WIB
PTPN XI ekspor perdana daduk sugar cane top (SCT) ke Jepang
PT Perkebunan Nusantara XI melakukan ekspor perdana Daduk Sugar Cane Top (SCT) ke Jepang pada Jumat (14/02).

Reporter: Muhammad Julian | Editor: Anna Suci

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anak perusahaan holding Perkebunan Nusantara, PT Perkebunan Nusantara XI melakukan ekspor perdana daduk sugar cane top (SCT) ke Jepang pada Jumat (14/02) lalu. 

Ekspor ini dilakukan dengan bekerja sama bersama mitra perusahaan yang bergerak di bidang bisnis produksi dan perdagangan biomassa. Adapun pelepasan dilakukan di Pabrik Gula Djatiroto Lumajang.

Daduk yang diekspor dipasok dari kebun tebu milik PTPN XI. Rencananya, ekspor akan dilakukan secara berkala bergantung kepada ketersediaan bahan baku, mengikuti masa pekerjaan kebun, yakni masa klentek dan panen.

“Sebagai awalan ekspor daduk ini sejumlah 17 ton berasal dari lahan HGU PG Djatiroto, bila mitra petani,” jelas Direktur Utama PTPN XI Gede Meivara Utama Andjana Putera dalam siaran yang diterima Kontan.co.id, Selasa (18/02).

Baca Juga: Ingin Ekspansi Lahan, PTPN V Menyiapkan Penawaran Saham Perdana

Sebagai informasi, daduk diperoleh dari pengupasan daun kering tanaman tebu pada masa pemeliharaan (klentekan), musim giling atau panen dan protas. Seperti diketahui, dalam fase pertumbuhan tanaman tebu, klentek pengupasan dilakukan sebanyak dua kali. 

Hal ini bertujuan untuk memperlancar sirkulasi udara dan proses fotosintesis, menaikkan rendemen, mencegah keluarnya akar pada ruas, mencegah kebakaran kebun tebu, mengurangai kelembaban, serta meringankan beban tanaman agar tidak mudah roboh.

Pada umumnya, daduk hasil kegiatan klentek ataupun sisa tebangan menjadi tidak dimanfaatkan dan langsung dibakar karena bisa dianggap sebagai sampah. Namun demikian, perusahaan melihat adanya peluang yang bisa dimanfaatkan. 

Pasalnya, daduk ternyata bisa dimanfaatkan sebagai soil conditioner alias tambahan unsur hara untuk meningkatkan kualitas tanah dan mulsa karena mampu menutup permukaan dan menjaga kelembapan tanah, serta menghambat tumbuhan gulma.

“Kami memanfaatkan peluang yang selama ini dengan tidak sadar disia-siakan,” jelas Gede.

Langkah PTPN XI mendapat sambutan yang positif dari holding perkebunan nusantara. Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara Muhammad Abdul Ghani berharap, ke depannya seluruh anak perusahaan bisa mengembangkan inovasi  untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan ekspor secara luas. 

Baca Juga: Menteri BUMN tunjuk Muhammad Abdul Gani sebagai Dirut PTPN III

“Kami sangat mengapresiasi kinerja direksi beserta jajaran yang memanfaatkan produk yang selama ini dianggap tidak memiliki nilai jual, menjadi produk yang competitive, terlebih untuk kepentingan ekspor ke mancanegara,” ujar Abdul Ghani

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×