kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.009,04   -4,47   -0.44%
  • EMAS942.000 1,07%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Realisasi TKDN PLN mencapai 47,64% hingga Juli 2021


Senin, 30 Agustus 2021 / 20:20 WIB
Realisasi TKDN PLN mencapai 47,64% hingga Juli 2021
ILUSTRASI. Realisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) proyek-proyek PLN mencapai 47,64% hingga Juli 2021.


Reporter: Muhammad Julian | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Realisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di berbagai proyek kelistrikan PT PLN (Persero) mencapai 47,64% atau setara dengan nilai investasi Rp 33,02 triliun, dari total Rp 67,85  triliun sampai Juli 2021. Asesmen atas besaran TKDN tersebut dilakukan oleh  surveyor independen serta melalui  self assessment. 

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Agung Murdifi mengatakan, pencapaian pemanfaatan TKDN di proyek ketenagalistrikan ini meningkat sebesar 7,54% dibandingkan realisasi tahun 2020 yang sebesar 40,1%.

"Kami berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri dalam setiap kegiatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, baik dalam pengadaan barang maupun jasa yang dibutuhkan PLN," kata Agung dalam keterangan tertulis, Senin (30/8).

Pemanfaatan TKDN terbesar ada di proyek pembangunan jaringan distribusi. Nilai investasi dari TKDN-nya mencapai  Rp 5,44 triliun atau 83,1% dari total investasi Rp 6,56 triliun. 

Baca Juga: Kemenperin: Ada 3.404 produk peralatan kelistrikan yang sudah bersertifikat TKDN

Berikutnya, pada pembangunan transmisi, nilai investasi TKDN-nya sekitar Rp 11,02 triliun atau 76,7% dari total Rp 14,55 triliun, sementara realisasi TKDN pada pembangunan gardu induk mencapai 56,2% dan untuk pembangkit sebesar 28,4%.

Saat ini, seluruh pekerjaan dan material distribusi telah dilaksanakan oleh perusahaan dalam negeri, begitu pula pekerjaan transmisi dan gardu induk sudah sepenuhnya dapat dilaksanakan oleh perusahaan dalam negeri. 

Sementara itu, pekerjaan infrastruktur pembangkit baru sebagian pekerjaan yang dapat dilaksanakan oleh Perusahaan dalam negeri lantaran tantangannya yang masih dirasa cukup besar.

Agung bilang, masih ada komponen kelistrikan yang belum dapat sepenuhnya diproduksi dari dalam negeri.

“Ini sekaligus menjadi peluang untuk mendorong industri kita bertumbuh di dalam negeri,” ujar Agung.

Agung memastikan,  PLN terus berkomitmen untuk menggunakan produk-produk dalam negeri serta melibatkan industri domestik dalam setiap proses bisnis yang dijalankan. Saat ini, PLN tengah bekerjasama dengan BPPT untuk memetakan kemampuan dan kapabilitas industri nasional untuk menetapkan Peta Jalan Peningkatan TKDN dalam industri ketenagalistrikan nasional.

Langkah yang dilakukan PLN ini untuk pemenuhan ketentuan Peraturan dan Perundang-undangan terkait TKDN yang berlaku. Catatan saja, persentase minimum TKDN yang harus dipenuhi PLN dalam setiap jenis proyek infrastruktur ketenagalistrikan baik untuk pembangkit, gardu induk, maupun transmisi secara rinci diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor 54 Tahun 2021.

Harapan Agung, seluruh target TKDN di berbagai proyek ketenagalistrikan dapat tercapai. 

“Kami berharap PLN dapat membantu industri dalam negeri untuk terus bertahan untuk menggerakkan kembali perekonomian nasional terutama dalam masa pandemi Covid-19. PLN terus bergerak maju dan tetap optimistis dalam situasi saat ini,” imbuh Agung.

 

Selanjutnya: Pemerintah mendorong TKDN alat kesehatan hingga 55%

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×