kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

REI: BI rate naik, penjualan properti tetap tinggi


Kamis, 29 Agustus 2013 / 17:02 WIB
REI: BI rate naik, penjualan properti tetap tinggi
ILUSTRASI. Direktur Bisnis Kecil dan Menengah BRI Amam Sukriyanto dalam sambutannya dalam Closing Ceremony UMKM EXPO(RT) Brilianpreneur 2021, Kamis (16/12).


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI), Setyo Maharso, optimistis kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI rate) dan pelemahan nilai rupiah tak berdampak bagi bisnis properti di Tanah Air.

Menurut Setyo, bisnis properti merupakan jenis industri padat modal dan berkesinambungan. "Jadi kenaikan BI rate tidak akan serta merta membuat para developer menaikkan harga jual properti di sektor apa pun," kata Setyo saat dihubungi KONTAN, Kamis, (29/8).

Setyo menambahkan, kondisi Indonesia berbeda dengan negara lain. Jumlah penduduk Indonesia yang belum memiliki rumah masih sangat banyak.

"Jadi permintaan pasar saya kira tetap tinggi. Apalagi bagi masyarakat menengah atas. Untuk masyarakat bawah, mungkin memutuskan menunda membeli. Ini yang harus diwaspadai," kata Setyo.

Namun, Setyo belum bisa memprediksi tren penjualan rumah dengan kondisi ekonomi saat ini. Dia juga belum mengetahui pasti penjualan properti di sepanjang tahun ini. "Saya baru rapat REI pekan depan. Mungkin setelah itu saya tahu," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, hari ini BI mengumumkan kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 basis poin. Dengan demikian, BI Rate yang semula 6,5% naik menjadi 7%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×